6 Pertanyaan yang Pasti Diajukan HRD dalam Wawancara Kerja
📅 Jumat, 17 Mar 2023, 14:34 WIB | Oleh: Suliana
Doc: Freepik/Yanalya
Wawancara kerja atau job interview adalah sangat penting bagi pelamar kerja untuk menentukan apakah pelamar tersebut cocok atau tidak untuk posisi yang dilamar. Tak hanya itu, wawancara kerja juga dapat membantu memperkuat kesan pertama yang baik.
Melalui wawancara kerja, pihak perusahaan dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kandidat secara lebih lengkap dan mendalam. Misalnya, mengenai kemampuan komunikasi dan analisa.
Selama interview, kandidat akan diuji kemampuannya dalam berkomunikasi secara efektif dan meyakinkan. Wawancara kerja juga memungkinkan pihak perusahaan dapat mengevaluasi kemampuan kandidat dalam menganalisis dan memecahkan masalah melalui tanya jawab selama wawancara.
Wawancara kerja juga menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memperoleh informasi tentang pengalaman dan keterampilan kandidat, memberikan gambaran tentang karakter dan integritas kandidat, juga dapat membantu perusahaan memahami motivasi dan tujuan karir pelamar.
Di bawah ini adalah daftar 6 pertanyaan umum wawancara kerja, bersama dengan teknik menjawab yang akan membantu Anda mengamankan posisi yang dilamar, seperti dirangkum dari Harvard Business Review:
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Bisakah Anda ceritakan tentang diri Anda dan jelaskan latar belakang Anda secara singkat?
Mulailah membahas mengenai diri Anda dan bagaimana Anda menemui ketertarikan terhadap posisi atau industri yang menjadi spesialisasi perusahaan. Jangan lupa untuk menjelaskan peran pendidikan dan pengalaman kerja Anda yang sesuai dengan posisi tersebut untuk membuat Anda terlihat sangat cocok untuk pekerjaan itu. Jika Anda telah mengelola proyek yang rumit atau meraih pencapaian yang menarik dan tidak biasa, sebutkan itu juga.
Contoh: "Saya berasal dari kota kecil, di mana kesempatan terbatas. Karena jarang ada sekolah yang bagus, saya mulai menggunakan pembelajaran online untuk tetap mendapatkan yang terbaik. Di situlah saya belajar membuat kode dan kemudian saya melanjutkan untuk mendapatkan sertifikasi sebagai pemrogram komputer. Setelah saya mendapatkan pekerjaan pertama saya sebagai pembuat kode front-end, saya terus menginvestasikan waktu untuk menguasai bahasa, alat, dan kerangka kerja front-end dan back-end," tulis Vicky Oliver, seorang pakar pengembangan karir terkemuka sekaligus penulis buku best seller.
Sebaiknya Anda baca juga:
2. Bagaimana Anda mengetahui tentang lowongan kerja ini?
Menurut Oliver, pertanyaan ini umumnya diajukan untuk mengetahui apakah Anda secara aktif mencari perusahaan mereka, mendengar tentang peran dari perekrut, atau direkomendasikan ke posisi tersebut oleh karyawan saat ini.
Jika seseorang merekomendasikan Anda untuk posisi itu, pastikan untuk menyebutkan namanya dan jangan berasumsi bahwa pewawancara sudah mengetahui tentang rujukan tersebut. Akan lebih baik jika Anda bisa menjelaskan alasan mengapa orang tersebut merekomendasikan Anda atau merasa bahwa Anda adalah sosok yang cocok untuk pekerjaan itu.
Jika Anda mencari sendiri lowongan tersebut, perjelas tentang apa yang menarik perhatian Anda. Sebaiknya, selaraskan alasan Anda dengan nilai-nilai atau visi perusahaan. Terakhir, jika Anda direkrut misalnya melalui LinkedIn, maka jelaskan mengapa Anda memilih untuk mengambil tawaran tersebut.
Contoh: "Saya mengetahui tentang posisi tersebut melalui LinkedIn karena saya telah mengikuti halaman perusahaan Anda untuk sementara waktu. Saya sangat bersemangat dengan pekerjaan yang Anda lakukan di area X, Y, dan Z, jadi saya bersemangat untuk melamar. Keterampilan yang dibutuhkan cocok dengan keterampilan yang saya miliki, dan sepertinya ini adalah kesempatan besar bagi saya untuk berkontribusi pada misi Anda, serta langkah besar berikutnya untuk karier saya."
3. Jenis lingkungan kerja apa yang Anda sukai?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!