Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengamat: Kejatuhan SVB dan Signature Bank AS Dapat Memicu Risiko Sistemik

📅 Selasa, 14 Mar 2023, 17:44 WIB | Oleh:
Pengamat: Kejatuhan SVB dan Signature Bank AS Dapat Memicu Risiko Sistemik Doc: Istimewa
Ket. Analis keuangan dari Odeon Capital Group, Dick Bove.

NEW YORK - Analis keuangan dari Odeon Capital Group, Dick Bove, dalam acara Television programme Squawk Box di CNBC, Minggu (12/3), mengatakan keruntuhan Silicon Valley Bank adalah pemicu dari "krisis besar".

"Anda tidak dapat meremehkan bahaya yang dihadapi sistem perbankan Amerika," katanya.

Bove menjelaskan sistem perbankan AS menghadapi risiko karena dua alasan.

"Pertama, nasabah sudah kehilangan kepercayaan pada bank Amerika. Deposit turun enam persen dalam 12 bulan terakhir".

"Kelompok kedua adalah investor. Kelompok ini kehilangan kepercayaan pada bank karena bank banyak memiliki trik licik untuk dimainkan. Mereka menunjukkan penghasilan yang sebenarnya tidak ada, dan lainnya. Mereka bilang punya modal padalah tidak punya. Cara-cara ini telah digunakan selama beberapa tahun," ujarnya.

Bove mengatakan, itu membuat masalah perbankan AS semakin bertumpuk.

"Maka sekarang kita mendapati nasabah yang tidak percaya pada bank, investor yang tidak percaya. Anda mendapati orang yang akan menutup bank," ujarnyan

"Pemerintah sekarang dalam posisi bertahan. Mereka melakukan segalanya untuk menghentikan sikap negatif yang besar (di masyarakat)," ungkapnya.

Menjawab pertanyaan mengapa bank sebesar SVB bisa gagal, Bove mengatakan bahwa itu terjadi karena SBV terlalu banyak membeli treasury pemerintah.

"SVB sebenarnya memiliki nilai, bukan bank yang bakrut. Apa yang dialami SVB sekarang karena mereka menempatkan sebagian besar uangnya di obligasi pemerintah. Mereka meminjamkan 70 juta dollar AS, yang kita tidak tahu apakah itu dalam kondisi baik atau buruk. Tapi mereka punya 110 miliar dollar AS dalam obligasi pemerintah," ujarnya

"Jadi yang bermasalah bukan uang yang dipinjamkan, tapi obligasi pemerintah inilah yang menimbulkan masalah. Karena dengan naiknya suku bunga, nilai obligasi secara substansial turun. Dengan tiba-tiba Anda mendapati bank berada dalam situasi ini. Departemen Keuangan yang semula hadir untuk melindungi bank, berubah menjadi mencederai bank," kata dia.

Bove yakin kejatuhan SVB dan Signature Bank baru-baru ini dapat menimbulkan risiko sistemik.

"Mengapa ini belum berakhir, Anda harus tahu banyak bank di Amerika dengan deposito ratusan miliar yang tidak dilindungi oleh asuransi deposito.

Dan kini pemerintah memutuskan akan menjamin semua deposito di bank baik itu dilindungi asuransi atau tidak seperti yang terjadi di Signature Bank," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.