Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Melemah di Tengah Kejatuhan Silicon Valley Bank

📅 Senin, 13 Mar 2023, 09:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Melemah di Tengah Kejatuhan Silicon Valley Bank Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (3/1/2023).

JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan menurun di tengah kejatuhan Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat (AS), yang menyebabkan sentimen risk off di pasar.

Rupiah pada Senin (13/3) pagi dibuka tergelincir lima poin atau 0,03 persen ke posisi Rp15.455 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.450 per dolar AS.

"Rupiah diperkirakan melemah di tengah sentimen risk off di pasar oleh kejatuhan Silicon Valley Bank," kata analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Sentimen risk off menunjukkan investor menghindari atau melepas asset dan mata uang berisiko, sehingga rupiah akan dilepas investor.

Regulator perbankan California mengatakan mereka menutup SVB Financial Group untuk melindungi simpanan dalam kegagalan bank terbesar sejak krisis keuangan. Krisis modal di SVB telah menekan saham bank-bank secara global.

SVB telah mencoba tetapi gagal menopang neracanya melalui penjualan saham yang diusulkan pada Rabu (8/3) malam.

Runtuhnya SVB membuat investor berspekulasi bahwa Fed sekarang akan enggan mengguncang perahu dengan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin bulan ini, dengan sorotan kuat pada data inflasi Selasa (14/3).

Lukman menuturkan pelemahan rupiah mungkin akan sedikit tertahan oleh melemahnya dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan nonpertanian atau Non-farm Payrolls (NFP) yang menunjukkan pertumbuhan upah yang lebih rendah dari perkiraan.

Hasil data tenaga kerja agak mix, dengan penambahan pekerjaan sebesar 311 ribu jauh di atas perkiraan untuk 205 ribu.

Namun, upah naik lebih lambat hanya 0,2 persen dari perkiraan 0,3 persen untukmonth on monthdan 4,6 persen lebih rendah dari perkiraan 4,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah berpeluang bergerak di kisaran Rp15.400 per dolar AS sampai dengan Rp15.550 per dolar AS.

Pada Jumat (10/3), rupiah ditutup melemah 17 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp15.450 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.433 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.