• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Hasto Minta Kelor Dideklar...

Hasto Minta Kelor Dideklarasikan sebagai Pangan Nasional

Jumat, 10 Mar 2023, 06:25 WIB

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan meminta pemerintah untuk mendeklarasikan kelor atauMoringa oleiferasebagai salah satu bahan pangan nasional khas Indonesia. Hal itu diungkapkan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo pada Kamis (9/3).

"Harapan saya bisa dideklarasikan menjadi pangan nasional dulu ya. Jadi kalau Bapak Menteri Kesehatan (Menkes Budi Gunadi Sadikin) mungkin ingin lebih untuk ekspor. Kalau saya, ingin mendeklarasikan pangan lokal sebagai pangan nasional," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo saat dihubungiAntaramelalui telepon di Jakarta.

Ket. Foto: — Sumber: Perwakilan BKKBN rovinsi Lampung/Facebook

Hasto menuturkan daun kelor merupakan salah satu jenis pangan yang bersifat masih sangat lokal. Kelor bisa ditanam dimana saja dan bisa didapat dengan harga yang terjangkau. Sayangnya banyak masyarakat masih belum mengenal dengan kelor.

Padahal tumbuhan kelor yang terdiri dari daun, biji, dan akar, tersebut memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik bagi tumbuh kembang otak dan saraf bayi, balita, dan juga ibu hamil.

Sejumlah kandungan nutrisi yang terkandung dalam kelor adalah vitamin A, kalsium, dan vitamin C, yang tidak kalah dari wortel ataupun tomat. Hasto juga mengatakan kelor pun mengandung asam amino esensial yang menyerupai asam amino dalam protein hewani.

"Kalau khusus ibu hamil dan sebagainya (bayi dan balita), itu memang membutuhkan zat khusus yang tidak ada di ginseng, kopi, atau teh. Jadi memang harus mengandung protein," tutur dia.

Oleh karenanya jika ingin membawa kelor ke ranah yang lebih luas lagi, Hasto menyarankan agar penelitian dilakukan secara lebih teliti dan mengikuti arahan dan protokol para ahli gizi. Sebab, kelor merupakan jenis tumbuhan yang mempunyai keunikannya sendiri.

"Ini perlu dipelajari dengan lebih detail karena untuk mengolah kelor yang sudah ada dan juga sudah diteliti para ahli itu hanya diambil daunnya, jadi tidak boleh terikut gagangnya. Karena itu bisa mengurangi atau menetralisir khasiatnya semacam ada antidotum," ungkap dia.

Penelitian juga harus mengukur takaran yang sesuai dengan usia masyarakat untuk dikonsumsi. Sebab, ibu hamil mempunyai takaran asupan gizinya sendiri. Termasuk apakah khasiat kelor bisa menggantikan protein hewani.

Hasto menyatakan BKKBN beserta jajaran juga sedang melakukan hal yang sama, yakni mengkampanyekan manfaat pangan lokal untuk memerangistunting. Dimana tidak hanya kelor, BKKBN juga menggalakkan pentingnya asupan protein hewani dari telur, ikan dan beras terfortifikasi. Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.