Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Kolaborasi, Asosiasi Wewangian Internasional dan Dua Lembaga Indonesia Kembangkan Minyak Nilam

📅 Rabu, 08 Mar 2023, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kolaborasi, Asosiasi Wewangian Internasional dan Dua Lembaga Indonesia Kembangkan Minyak Nilam Doc: ANTARA/Unggul
Ket. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Sustainable Patchouli (nilam berkelanjutan) antara International Fragrance Association (IFRA), Dewan Atsiri Indonesia (DAI) dan Asosiasi Flavor dan Fragran Indonesia (AFFI) di Jakarta, Selasa (7/03/2023).

Jakarta - Perkuat kolaborasi. Asosiasi Wewangian Internasional (IFRA), yang berbasis di Swiss, bersama dengan Dewan Atsiri Indonesia (DAI) dan Asosiasi Flavor dan Fragran Indonesia (AFFI) menjalin kemitraan untuk pengembangan minyak nilam yang berkelanjutan di Indonesia

"Proyek kolaborasi ini bertujuan untuk mengatasi masalah keberlanjutan melalui kerja sama dengan industri minyak atsiri, dan dengan fokus khusus pada nilam dan produk turunannya," ujar Ketua Dewan Atsiri Indonesia Irdika Mansur saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Sustainable Patchouli (nilam yang berkelanjutan), di Jakarta, Selasa.

Selain menjaga pasokan, proyek ini sekaligus berupaya memberikan pendapatan yang memadai bagi petani namun dengan tetap memperhatikan masalah lingkungan.

Indonesia adalah pemasok utama minyak nilai dunia dengan produksi diperkirakan 1.200 hingga 1.500 ton pada 2022. Minyak nilam ini merupakan bahan baku parfum dan juga obat-obatan.

Irdika mengatakan proyek ini akan melibatkan pelaku industri, lembaga akademik dan penelitian, komunitas lokal, serta petani dari berbagai daerah di Indonesia, guna memastikan keberhasilan dalam implementasinya.

Irdika mengatakan untuk mengembangkan minyak nilam di Indonesia tersebut akan dibuat proyek percontohan yang didukung oleh IFRA. Hasil dari proyek percontohan ini diharapkan dapat dikembangkan secara luas.

Presiden IFRA Martina Bianchini mengatakan sebagai organisasi global, IFRA memiliki komitmen jangka panjang terhadap penggunaan wewangian yang aman dalam kehidupan sehari-hari. "IFRA akan terus mendukung perkembangan industri wewangian di seluruh dunia melalui penggunaan wewangian yang aman dan berkelanjutan," katanya.

Sebagai bagian dari upaya ini, katanya, IFRA akan mendanai studi kasus tanaman nilam di Indonesia hingga akhir tahun 2024.

Pada kesempatan ini, Presiden AFFI, Hanny Wijaya menyatakan melalui proyek Indonesia mampu memproduksi bahan baku minyak nilam yang lebih sesuai dengan permintaan dunia sehingga makin mampu meningkatkan nilai tambah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.