Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bencana Longsor Natuna, Tim SAR Masih Mencari Puluhan Orang yang Hilang

📅 Selasa, 07 Mar 2023, 14:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bencana Longsor Natuna, Tim SAR Masih Mencari Puluhan Orang yang Hilang Doc: AFP/Pemkab Natuna
Ket. Foto selebaran yang dirilis pada 7 Maret 2023 oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Natuna menunjukkan tim Basarnas sedang memeriksa kerusakan dan mencari korban setelah tanah longsor di Natuna.

JAKARTA - Tim SAR mencari puluhan orang yang masih hilang pasca-longsor yang menewaskan 15 orang di pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa (7/3).

Cuaca buruk dan terputusnya jalur komunikasi mempersulit upaya penyelamatan di pulau Serasan yang sangat jauh, di wilayah Natuna antara Kalimantan dan semenanjung Malaysia. Pulau ini berpenduduk sekitar 8.000 orang.

Gambar-gambar yang dibagikan Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkab Natuna menunjukkan rumah-rumah hancur menjadi puing dan pohon tumbang.

Kantong jenazah berjajar di atas terpal biru, petugas berkumpul untuk mendoakan para korban.

Abdul Muhari, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengatakan kepada Metro TV bahwa tim penyelamat telah menemukan 10 mayat di lokasi kejadian. Sementara penduduk desa menyebutkan jumlah korban tewas 15 orang.

"Enam (jenazah) sudah teridentifikasi, sementara empat masih dalam proses identifikasi," katanya.

Muhari mengatakan 42 orang hilang.Delapan orang yang sebelumnya hilang telah ditemukan hidup, meskipun empat lainnya masih dalam kondisi kritis.

Tim SAR memfokuskan upaya mereka di sepanjang jalan dekat tebing di mana puluhan rumah terkubur tanah longsor, kata Muhari.

"Di sepanjang jalan ini ada sekitar 30 rumah yang terkubur. Ini titik fokus pencarian kami," ujarnya.

Muhari menambahkan, pihaknya mengirim makanan dan tenda, serta peralatan komunikasi satelit dan dua helikopter dalam upaya membangun jalur komunikasi dan mempercepat bantuan.

Indonesia rentan terhadap tanah longsor selama musim hujan, diperburuk dengan penggundulan hutan di beberapa tempat, dan hujan deras yang berkepanjangan menyebabkan banjir di berbagai wilayah.

Para ahli mengatakan bencana terkait cuaca di negara itu kemungkinan besar diperparah oleh perubahan iklim.

Banjir yang juga terjadi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan merendam lebih dari 17.000 rumah dan mengganggu kehidupan masyarakat selama sebulan.

Negara tetangga Malaysia juga dilanda hujan lebat dan banjir besar.Sedikitnya empat orang tewas dan hampir 41.000 orang dievakuasi pekan lalu di beberapa negara bagian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.