- Home
-
- Luar Negeri
-
- Menkeu G20 Kembali Sorot D...
Menkeu G20 Kembali Sorot Dampak Buruk Konflik Russia-Ukraina
Sabtu, 04 Mar 2023, 00:03 WIBNEW DELHI - Pertemuan para menteri keuangan G20 pertama di India berakhir Sabtu (4/3) dengan menghasilkan pendapat beragam mengenai perang di Ukraina.
India harus merilis risalah pimpinan dan dokumen hasil konferensi alih-alih membuat pernyataan bersama setelah pertemuan tersebut di Bengaluru.
Pertemuan di India ini pun tidak ada kesepakatan bersama atau gagal menghasilkan pernyataan bersama terkait konflik Ukraina.
Namun, kebanyakan negara anggota sangat menyesalkan agresi Russia di Ukraina dan menuntut penarikan pasukan Russia secara menyeluruh dan tanpa syarat yang tidak disetujui Russia dan Tiongkok.
Mereka juga menekankan bahwa perang di Ukraina membuat masyarakat menelan penderitaan luar biasa dan memperburuk perekonomian global yang sudah rentan.
Pada KTT G20 di Indonesia tahun lalu pun terjadi perbedaan pendapat serupa mengenai perang Ukraina.
"Keketuaan India dalam G20 mendapatkan dukungan besar dari mana-mana usai pertemuan para Menkeu G20 itu. Negara-negara lemah menunggu solusi dari KTT ini," kata Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman.
Sebuah pernyataan Kementerian Keuangan India mengatakan bahwa risalah dan dokumen hasil pertemuan itu adalah pencapaian besar yang dibuat G20 selama diketuai India.
Pertemuan itu sendiri membahas krisis utang global reformasi Bank Pembangunan Multilateral, iklim keuangan, cara dunia mendekati masalah mata uang kripto, infrastruktur digital publik, inklusi keuangan, pembiayaan kota masa depan dan perpajakan.
Menkeu Amerika Serikat (AS) Jannet Yellen di tempat terpisah menyampaikan kebijakan ekonomi AS dan langkah dalam menyikapi perang di Ukraina yang sudah berlangsung satu tahun, termasuk penerapan price cap atau batas harga terhadap ekspor minyak Russia.
Yellen melihat perubahan geopolitik yang terjadi sangat cepat di dunia internasional dan perubahan iklim sangat mempengaruhi kondisi ekonomi global dan pemulihan ekonomi. Dengan demikian, perlu pembahasan mekanisme pemberian bantuan bagi negara-negara berkembang.
Gempa Turki
G20 juga menyampaikan belasungkawa atas terjadinya gempa dahsyat yang melanda Turki dan Suriah. Risalah dan dokumen itu juga mengatakan bahwa para negara anggota turut sedih atas hilangnya nyawa dengan tragis dan kehancuran di wilayah timur laut Turki akibat gempa dahsyat pada 6 Februari lalu, dan menyampaikan solidaritasnya kepada masyarakat Turki.
Selain itu, pernyataan tersebut juga menyampaikan belasungkawa kepada warga Suriah yang juga menderita akibat gempa dahsyat tersebut.
Redaktur: Redaktur Pelaksana
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Singapura dan Australia meningkatkan Perlindungan Perdagangan Minyak dan Gas
-
Polda Babel Amankan Tiga Pelaku Pengeroyok Wartawan di PT PMM
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Raih Dua Penghargaan di Oscar 2026
-
Makin Genting, AS Diisukan Siapkan Pasukan Darat untuk Serang Iran
-
G20 Sepakat Bantu Negara-negara Miskin Terdampak Perang Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.