Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menlu AS dan Rusia Berbicara di Tengah Perang Kata-kata Soal Ukraina di G20

📅 Jumat, 03 Mar 2023, 11:13 WIB | Oleh: Tim Penulis

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, berbicara pada konferensi PBB di Jenewa, mengatakan Amerika Serikat telah berusaha "menyelidiki keamanan fasilitas strategis Rusia yang dinyatakan di bawah Perjanjian START Baru dengan membantu rezim Kiev dalam melakukan serangan bersenjata terhadap mereka".

Pentagon kemudian mengatakan itu "omong kosong" dan menyarankan AS memberi Ukraina intelijen untuk target di dalam Rusia.

Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna mengatakan perang di Ukraina telah merugikan "hampir setiap negara di planet ini, dalam hal pangan, energi, inflasi".

Lelucon

Menlu Rusia Sergei Lavrov, bagaimanapun, menyalahkan Barat atas krisis politik dan ekonomi global.

"Sejumlah delegasi Barat mengubah agenda G20 menjadi lelucon, ingin mengalihkan tanggung jawab atas kegagalan ekonomi mereka ke Federasi Rusia," kata Lavrov, menurut pernyataan Rusia.

Dia mengatakan Barat telah menciptakan hambatan untuk ekspor produk pertanian Rusia.

Dia menuduhnya "mengubur tanpa malu-malu" inisiatif biji-bijian Laut Hitam yang memfasilitasi ekspor produk pertanian Ukraina dari pelabuhan selatannya, kantor berita RIA Novosti melaporkan.

G20 mencakup negara-negara G7 yang kaya serta Rusia, Tiongkok, India, Brasil, Australia, dan Arab Saudi, di antara negara-negara lain dengan ekonomi utama.

India, yang memegang presidensi G20 tahun ini, telah berusaha menyoroti dampak ekonomi dari perang serta isu-isu seperti perubahan iklim dan utang negara-negara miskin.

Namun upaya New Delhi menjembatani perbedaan dan menghasilkan pernyataan bersama atau komunike tersandung karena perbedaan dalam isu perang.Pertemuan tersebut malah menghasilkan "dokumen hasil".

India menolak menyalahkan Rusia atas perang tersebut dan mencari solusi diplomatik sambil meningkatkan pembelian minyak Rusia.

"Ada perbedaan dalam masalah Ukraina yang tidak dapat kami rujuk antara berbagai pihak yang memiliki posisi berbeda," kata Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar kepada wartawan di akhir pertemuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.