Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

5 Penyebab Utama Perceraian, Nomor 3 Sulit Diperbaiki

📅 Jumat, 03 Mar 2023, 12:03 WIB | Oleh:
5 Penyebab Utama Perceraian, Nomor 3 Sulit Diperbaiki Doc: Freepik
Ket. Ilustrasi.

Sementara kebanyakan pernikahan berawal dengan penuh cinta dan harapan untuk hidup bahagia selamanya, tak sedikit pasangan suami istri yang harus berpisah melalui perceraian. Menurut Best Life, diperkirakan 41 persen dari semua pernikahan pertama berakhir dengan perceraian.

Perceraian dapat terjadi ketika pasangan yang menikah memutuskan untuk berpisah dan mengakhiri hubungan mereka karena berbagai alasan, termasuk ketidakcocokan, perbedaan, atau konflik yang tidak dapat diatasi.

Meski setiap hubungan adalah unik dan alasan perceraian dapat bervariasi dari pasangan ke pasangan. Kalley Hartman, yang merupakan Terapis Perkawinan dan Keluarga Berlisensi (LMFT) di Ocean Recovery mencatat ada lima masalah utama yang sering menjadi penyebab perceraian.

1. Kurangnya Perencanaan Pranikah

Menurut Hartman, banyak pasangan memasuki pernikahan tanpa mendiskusikan ekspektasi hubungan mereka. Padahal, pemahaman yang jelas tentang bagaimana mengelola dan berkomunikasi satu sama lain adalah hal terpenting dalam pernikahan. Tanpa pemahaman itu, pasangan dapat merasa frustasi dan kebingungan sekali dalam komitmen jangka panjang. Atas dasar itu, penting untuk merencanakan bagaimana satu sama lain menghadapi perbedaan agama, tujuan masa depan yang berbeda, dan nilai-nilai yang berbeda.

2. Kesulitan Keuangan

Uang seringkali menjadi sumber masalah utama dalam pernikahan. Masalah keuangan seperti utang, pengeluaran yang tidak terkendali, dan ketidaksepakatan tentang bagaimana uang harus dikelola dapat menyebabkan konflik dan ketidakharmonisan dalam hubungan rumah tangga.

3. Perselingkuhan

Meskipun ini tidak mengejutkan, perselingkuhan masih menjadi penyebab utama perceraian. Perselingkuhan atau pengkhianatan dapat menyebabkan pasangan kehilangan kepercayaan dan menganggap bahwa hubungan mereka sudah tidak berarti lagi. Bahkan jika pasangan mengatasi masalah mereka melalui konseling, banyak yang merasa mereka tidak mampu membangun kembali hubungan setelah pasangan mereka selingkuh.

4. Kecanduan atau Penyalahgunaan Obat

Kecanduan adalah masalah umum lainnya yang dapat menimbulkan ketegangan yang parah pada pernikahan karena dapat menyebabkan gangguan komunikasi yang sulit diperbaiki. Meskipun mungkin untuk mengatasi kecanduan, banyak pernikahan tidak bertahan lama karena beban emosional yang dapat ditimbulkannya pada pasangan.

5. Masalah Komunikasi

Kegagalan untuk berkomunikasi secara efektif adalah faktor lain yang dapat menyebabkan kemunduran pernikahan. Pasalnya, ketidakmampuan untuk berkomunikasi secara efektif dapat menyebabkan pasangan merasa terisolasi dan tidak dipahami. Komunikasi yang buruk, seperti tidak mendengarkan pasangan dengan baik atau sering kali saling menyalahkan, dapat menyebabkan konflik yang tidak perlu dan meningkatkan ketidakpuasan dalam hubungan.

Perceraian dapat menjadi pengalaman emosional yang sulit bagi pasangan dan keluarga mereka. Oleh karena itu, penting bagi pasangan yang sedang mengalami perceraian untuk mencari bantuan dari ahli atau psikolog agar dapat mengatasi kesulitan emosional dan mengatur proses perceraian dengan lebih baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.