WBP Lapas Curup Bengkulu ciptakan kompor berbahan bakar oli bekas
Minggu, 19 Feb 2023, 18:56 WIBREJANG LEBONG - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Curup yang membawahi tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu, berhasil menciptakan kompor masak berbahan bakar oli bekas.
"Ada satu WBP kita yang berhasil membuat kompor dengan menggunakan bahan bakar oli bekas, saat ini kompornya digunakan untuk keperluan usaha jamur tiram, yakni untuk memanaskan baglog," kata Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIA Hadi Wijaya di Rejang Lebong, Ahad.
Dia menjelaskan kompor yang diciptakan WBP Lapas Kelas IIA Curup ini cukup membantu dalam usaha budi daya jamur tiram yang menjadi salah satu usaha unggulan lapas setempat, karena jika menggunakan kayu bakar atau gas akan membutuhkan biaya yang cukup besar.
Sejauh ini program pembinaan dan pelatihan yang dilaksanakan Lapas Kelas IIA Curup di antaranya ialah bidang usaha pertanian berupa berkebun sayuran dalam polybag, kemudian budi daya pepaya California, peternakan ayam petelur, budi daya jamur tiram, perbengkelan, pertukangan dan lainnya.
Sementara itu Pani (42), WBP yang menciptakan kompor berbahan bakar oli bekas mengatakan kompor tersebut dibuatnya empat bulan lalu setelah terinspirasi saat memasak baglog atau media tanam jamur tiram yang kini menjadi salah satu usaha WBP Lapas Kelas IIA Curup.
"Kalau memasak baglog dengan menggunakan kayu bakar biayanya sudah cukup besar dan boros, kalau menggunakan gas tambah lagi. Saya lalu terpikirkan untuk menggunakan oli bekas sebagai bahan bakar memasak baglog ini," kata dia.
Pani bersama dengan beberapa temannya sesama WBP kemudian membuat kompor sederhana yang dilengkapi dengan dua batang pipa serta blower. Adapun cara kerjanya untuk menghidupkan kompor harus menggunakan karpet telur yang diteteskan dengan oli bekas. Setelah menyala pipa pertama mengalirkan tetesan oli bekas dan pipa kedua berfungsi untuk mengalirkan angin dari blower.
Penggunaan kompor berbahan bakar oli bekas ini, kata Pani, biaya sangat murah karena satu liter oli bekas dibeli dari bengkel seharga Rp2.000, di mana satu liter oli bekas ini bisa menghidupkan kompor hingga dua jam.
"Sebelum ada kompor ini untuk memasak baglog jamur biasanya membutuhkan dua kubik kayu dan hanya bisa bertahan sekitar dua jam. Kalau menggunakan 20 liter oli bekas bisa sampai 12 jam," katanya.*
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
KRI SIM-367 dan KRI Brawijaya-320 Gelar Passex Strategis di Laut Mediterania
-
Hindari Larangan AS, TikTok Bentuk Usaha Patungan, Mayoritas Saham Dimiliki Amerika
-
Perpanjang SIM Gratis dan Konser di Monas, Cuma di HUT Bhayangkara ke-79!
-
KKP Tegaskan Larangan Perdagangan Pulau di Indonesia
-
Pasokan dan Harga Pangan di Jawa Barat Stabil Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2025
-
Kemampuan Petugas Damkar Terus Diasah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.