Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jika Negosiasi Gagal, TNI Siap Bebaskan Pilot Susi Air yang Disandera KKB

📅 Sabtu, 18 Feb 2023, 15:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jika Negosiasi Gagal, TNI Siap Bebaskan Pilot Susi Air yang Disandera KKB Doc: VOA
Ket. Foto yang disebut TPNPB-OPM sebagai Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens dan pasukan.

JAKARTA - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa mengatakan pada Kamis (16/2), pihaknya sedang mempersiapkan "operasi penegakan hukum" untuk membebaskan seorang pilot Susi Air asal Selandia Baru yang disandera kelompok separatis Papua. Operasi tersebut adalah upaya terakhir yang akan dilakukan jika negosiasi antara pemerintah dan para penyandera gagal mencapai kesepakatan.

Mehrtens, diculik oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pada pekan lalu setelah pesawatnya mendarat di wilayah terpencil Nduga.

"Polisi dan TNI memang memiliki prosedur operasi standar dalam menegakkan hukum. Untuk mencegah masalah ini berkepanjangan, kami harus menetapkan tenggat waktu," kata Muhammad dalam konferensi pers, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Seorang juru bicara TPNPB membagikan foto dan video Mehrtens pada Rabu (15/2). Ia tampak dikelilingi oleh belasan anggota separatis, beberapa di antaranya membawa senjata api dan busur. Mehrtens terdengar mengatakan para penculiknya meminta pemerintah menarik militer dari Papua. Jika tidak, dia akan ditahan seumur hidup.

Separatis telah melakukan pemberontakan yang dianggap sebagai bagian dari upaya memperjuangkan kemerdekaan sejak wilayah kaya sumber daya Papua berada di bawah kendali Indonesia menyusul referendum kontroversial yang didukung PBB pada 1969. Sebelum masuk ke dalam wilayah Indonesia, Papua yang bernama Irian Jaya saat itu, dijajah Belanda.

Kasus penyanderaan di wilayah tersebut jarang terjadi. Namun konflik antara pemerintah dan kelompok separatis semakin meningkat sejak 2018, seiring dengan melambungnya tindakan penyerangan yang lebih mematikan.

Muhammad tidak memberikan informasi tentang operasi apa yang mungkin dilakukan, dengan alasan kerahasiaan. Namun, ia mengatakan polisi, militer dan pejabat intelijen terlibat dalam perencanaan tersebut.

"Pelakunya bukan dari kelompok separatis, pelakunya adalah teroris yang terlibat kejahatan. Karena itu TNI dan Polri harus menegakkan hukum," kata Muhammad.

Kedutaan Selandia Baru telah sepakat atas rencana tersebut, katanya. Kementerian Luar Negeri Selandia Baru tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters pada Kamis (16/2).

Menteri Pertahanan Mahfud MD pada Selasa (14/2) malam, berjanji untuk memastikan pembebasan Mehrtens dengan menggunakan "pendekatan persuasif, tetapi mengatakan tidak dapat mengesampingkan "cara lain."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.