Krisis Energi Makin Bebani Negara-negara Eropa

Rabu, 15 Feb 2023, 00:02 WIB

BRUSSEL - Krisis energi makin membebani negara-negara Eropa. Tagihan negara-negara Eropa untuk melindungi rumah tangga dan perusahaan-perusahaan dari melonjaknya biaya energi naik menjadi hampir 800 miliar euro. Demikian kata para peneliti pada Senin (13/2) atau Selasa (14/2) WIB, mendesak mereka lebih terukur dalam pengeluaran untuk mengatasi krisis energi.

Negara-negara Uni Eropa kini telah menyediakan atau mengalokasikan 681 miliar euro dalam pengeluaran krisis energi, sementara Inggris mengalokasikan 103 miliar euro dan Norwegia 8,1 miliar euro sejak September 2021, menurut analisis lembaga think-tank Bruegel.

Ket. Foto: Terminal gas Fluxys di Pelabuhan Zeebrugge, Belgia. — Sumber: YVES HERMAN/AFP

Total 792 miliar euro dibandingkan dengan 706 miliar euro dalam penilaian terakhir Bruegel pada November, karena negara-negara terus melewati musim dingin untuk menghadapi dampak dari Russia yang menghentikan sebagian besar pengiriman gasnya ke Eropa pada 2022.

Jerman menduduki puncak grafik pengeluaran, mengalokasikan hampir 270 miliar euro - jumlah yang melampaui semua negara lain. Inggris, Italia, dan Prancis adalah yang tertinggi berikutnya, meskipun masing-masing menghabiskan kurang dari 150 miliar euro. Sebagian besar negara UE menghabiskan sebagian kecil dari itu.

Berdasarkan data per kapita, Luksemburg, Denmark, dan Jerman adalah pembelanja terbesar. Pengeluaran yang dialokasikan oleh negara-negara untuk krisis energi sekarang berada di liga yang sama dengan dana pemulihan Covid-19 UE sebesar 750 miliar euro. Disetujui pada tahun 2020, Brussels mengambil utang bersama dan menyebarkannya ke 27 negara anggota blok itu untuk mengatasi pandemi.

Pembaruan pengeluaran energi datang ketika negara-negara memperdebatkan proposal UE untuk melonggarkan aturan bantuan negara lebih lanjut untuk proyek teknologi hijau, karena Eropa berusaha bersaing dengan subsidi di Amerika Serikat dan Tiongkok.

Rencana tersebut menimbulkan kekhawatiran di beberapa ibu kota UE bahwa mendorong lebih banyak bantuan negara akan mengganggu ketenangan pasar internal blok tersebut. Jerman telah menghadapi kritik atas paket bantuan energi yang sangat besar, yang jauh melampaui kemampuan negara-negara UE lainnya.

Bruegel mengatakan pemerintah telah memfokuskan sebagian besar dukungan pada langkah-langkah yang tidak ditargetkan untuk mengekang harga eceran yang dibayar konsumen untuk energi, seperti pemotongan PPN pada batas harga bensin atau listrik eceran.

Lembaga pemikir itu mengatakan bahwa dinamika perlu diubah karena negara-negara kehabisan ruang fiskal untuk mempertahankan pendanaan sebesar itu.

"Alih-alih langkah-langkah menekan harga yang merupakan subsidi bahan bakar fosil secara de facto, pemerintah sekarang harus mendorong lebih banyak kebijakan pendukung pendapatan yang ditargetkan ke dua kuintil terendah dari distribusi pendapatan dan menuju sektor strategis ekonomi," kata analis riset Giovanni Sgaravatti.

Redaktur: Redaktur Pelaksana

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

Pasar-pasar Sepi Pengunjung, DPRD Banjarmasin Dorong Perlunya Penataan Ulang

Pasar-Pasar di Banjarmasin Makin Sepi? DPRD Minta Segera Ditata Ulang

Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius

Cuaca Jakarta Hari Minggu Ini: Cerah Berawan Siang hingga Malam

Hasil Liga Italia: Napoli Awali Musim Serie A dengan Taklukkan Genoa 2-0, De Bruyne Sumbang Gol

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.