Mengenang 100 Tahun Fatmawati, Sosok Berjasa Yang Tak Pernah Bisa Dilupakan
📅 Sabtu, 11 Feb 2023, 09:13 WIB | Oleh: Berbagai SumberPutri dari Wakil Presiden Mohammad Hatta, Halida Hatta, mengenang Fatmawati sebagai sosok perempuan yang memiliki prinsip yang teguh dan tak bisa digoyahkan.
Fatmawatidinilai sebagai seorang ibu yang holistik, perempuan yang bisa berdaya dan memberdayakan diri, dan menaruh perhatian besar perkembangan kesenian, kemajuan Indonesia dan piawai serta mampu berkomunikasi dengan berbagai kalangan.
Halida mengenang Fatmawati sebagai sosok dengan ingatan yang kuat, senang dengan sejarah dan identik dengan warna cerah. Bahkan, setiap bertemu dengan warna fuchsia (campuran merah dan ungu), Halida selalu terkenang dengan Fatmawati.
Hal itu dikarenakan Fatmawati sering menggunakan baju bodo dari Sulawesi Selatan dan menyukai warna yang cerah. Sehingga orang yang berada di dekatnya merasa hangat dan dicintai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ibu Fatmawati juga mengerti hati dari masyarakat. Itu sebabnya, ibu-ibu pada saat itu dekat dengan Ibu Fatmawati. Mereka berbicara banyak hal, mulai dari isu nasional, kesehatan hingga perempuan dan anak.
Dalam kesehariannya, Fatmawati kerap menggunakan baju kebaya yang tidak hanya berasal dari Sumatera dan Jawa saja, tetapi juga menggunakan pakaian adat Bugis, yakni baju bodo dari Sulawesi Selatan. Fatmawati mulai memopulerkan penggunaan baju tersebut pada era 1960-an.
Ibu Fatmawati bisa bergaul lintas usia dan menyukai masyarakat. Perempuan itu mau diajak bicara dan mendengarkan cerita dari masyarakat.
"Beliau memiliki empati yang tinggi sekali," kata Halida, mengenang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fatmawati meninggal dunia akibat serangan jantung sepulang umrah saat transit di Kuala Lumpur pada 14 Mei 1980 dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Fatmawati ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional melalui Keppres No 118/TH/2000 pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Belum lama ini, rumah Fatmawati yang terletak di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26 Kelurahan Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, juga ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 1207 Tahun 2022 yang ditandatangani pada 27 Desember 2022.
Selain di Jakarta, Fatmawati juga memiliki rumah asli di kota kelahirannya di Bengkulu yang berada di tempat yang saat ini sudah menjadi kantor BNI Cabang Utama Bengkulu. Rumah itu lokasinya berada tak jauh dari museum Fatmawati Soekarno.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!