ChatGPT Mampu Bikin Naskah Akademik Selevel Artikel Jurnal, Pantas Saja Dilarang
📅 Sabtu, 11 Feb 2023, 14:36 WIB | Oleh: Tim PenulisKelebihan dan Kekurangan
Hasil ini juga menggarisbawahi beberapa potensi kelebihan dan kekurangan dari ChatGPT. Kami menemukan bahwa nilainya bisa berbeda-beda untuk bagian riset yang berbeda. Dalam kasus kami, bagian ide penelitian dan data cenderung meraih skor tinggi. Sementara, skor untuk bagian kajian literatur dan rekomendasi pengujian lebih rendah, meski tetap bisa diterima.
Dugaan kami adalah bahwa ChatGPT unggul dalam mengambil serangkaian teks eksternal lalu menghubungkannya (yang merupakan inti dari ide penelitian), atau mengambil bagian-bagian yang mudah diidentifikasi dalam suatu dokumen lalu membuat beberapa penyesuaian saja (contohnya ringkasan data - segmen teks yang mudah dikenali dalam kebanyakan artikel ilmiah).
Kelemahan dari platform ini terlihat ketika tugasnya lebih kompleks, misalnya ketika ada terlalu banyak tahapan dalam proses konseptual. Kajian literatur dan pengujian bisa dianggap masuk dalam kategori ini. ChatGPT cenderung unggul dalam beberapa tahapan, tapi tidak semua - dan para penelaah pun melihat ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, kami mampu mengatasi keterbatasan ini dalam versi penggunaan ChatGPT kami yang paling canggih (versi tiga), ketika kami berkolaborasi dengan bot tersebut untuk menghasilkan rancangan studi yang layak. Seluruh segmen dalam rancangan studi yang kami hasilkan meraih skor tinggi dari penelaah. Ini menunjukkan bahwa peran para peneliti belum mati.
Dampak Etis
ChatGPT adalah alat. Dalam riset kami, kami menunjukkan bahwa, dengan penanganan hati-hati, ia bisa digunakan untuk menghasilkan rancangan penelitian keuangan yang layak. Bahkan tanpa penanganan lebih, ia masih mampu menghasilkan karya yang masih relatif oke.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jelas, ini punya implikasi etis bagi penelitian.
Sebelumnya saja, integritas riset telah menjadi problem mendesak dalam dunia akademik. Situs seperti RetractionWatch rutin menyampaikan hasil penelitian yang palsu, hasil plagiasi, atau bahkan benar-benar salah. Apakah ChatGPT bisa memperparah hal ini?
Jawaban singkatnya, bisa jadi. Tapi kita tak bisa mengembalikan susu yang sudah tumpah. Teknologi ini hanya akan menjadi lebih canggih (dan dengan sangat cepat). Bagaimana caranya kita mengakui atau meregulasi peran ChatGPT dalam riset dalam pertanyaan besar yang perlu dijawab di kemudian hari.
Tapi temuan kami juga berguna dalam hal ini - dengan menemukan bahwa versi kolaborasi ChatGPT yang paling superior adalah yang melibatkan keahlian sang peneliti, kami menunjukkan bahwa masukan dari peneliti manusia masih sangat penting dalam menghasilkan riset yang layak.
Untuk saat ini, kami berpandangan bahwa peneliti sebaiknya melihat ChatGPT sebagai asisten, bukan ancaman. Bisa jadi, alat ini berguna bagi kelompok peneliti yang biasanya kesulitan mendapatkan sumber daya finansial untuk menyewa bantuan riset tradisional (manusia) - yaitu para peneliti negara berkembang, mahasiswa pascasarjana, dan peneliti pada awal karir.
Sangat memungkinkan bahwa ChatGPT (maupun program serupa) bisa membantu mendemokratisasi proses penelitian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!