Cara Mengurai Serangan Ransomware pada Server VMware
Jumat, 10 Feb 2023, 19:54 WIBJAKARTA - Virus ransomware adalah salah satu jenis malware yang menyerang perangkat dengan mengenkripsi file atau data sehingga tidak dapat dibaca oleh perangkat yang digunakan. Agar perangkat dapat membaca file atau data-data tersebut, maka dibutuhkan kode enkripsi dengan memberi sejumlah uang.
Saat ini ransomware menjadi kabar buruk bagi pengguna perangkat lunak dari perusahaan VMware di tanah air. Pasalnya serangan ransomware global menargetkan server VMware ESXi telah mengenkripsi ribuan server di seluruh dunia. Momok baru ini mengincar produk kedaluwarsa atau End of General Support (EOGS) dari perusahaan itu.
VMware setidaknya menguasai lebih dari 70 persen pasar global untuk perangkat lunak infrastruktur virtualisasi menurut Gartner, sehingga tidak mengherankan jika korban terus berjatuhan di seluruh dunia. Di Indonesia diketahui 7 perusahaan telah menjadi korban, 1 hotel, 2 media, 2 data center dan 2 ISP.
Melihat besarnya korban, IT Security Consultant PT Prosperita Mitra Indonesia, Yudhi Kukuh mengatakan, banyaknya korban yang jatuh disebabkan pelaku menggunakan backdoor Phyton saat mengeksploitasi VMware. "Dampaknya bisa menginjeksi berbagai macam platform sistem operasi saat melakukan serangan, situasi ini semakin memudahkan penetrasi ke sistem pengguna," ungkap dia melalui siaran pers Jumat (10/2).
Modus operandi yang digunakan pelaku secara aktif menargetkan server VMware ESXi yang belum ditambal terhadap kerentanan eksekusi kode jarak jauh berusia dua tahun. Dengan sistem yang saat ini ditargetkan adalah hypervisor ESXi dalam versi 6.x dan sebelum 6.7.
Kelemahan keamanan disebabkan oleh masalah limpahan tumpukan di layanan OpenSLP yang tidak diautentikasi. Yang diketahui sebagai sebagai CVE-2021-21974. Melalui celah keamanan dalam VMware ESXi tersebut pelaku masuk dan menginjeksi guest yang tidak diproteksi dengan backdoor yang dibangun dengan phyton.
Karena backdoor tersebut ditulis menggunakan phyton, hal ini memudahkannya untuk menyusup berbagai platform sistem operasi, yang memungkinkan pelaku mengakses perangkat dari jarak jauh. Langkah berikutnya peretas menyusupkan ransomware ke berbagai platform dengan cepat hingga mampu mengenkripsi 3200 server sampai saat ini.
Ransomware ESXiArgs
Pelaku yang memanfaatkan kerentanan pada Vmware ESXi menyebarkan ransomware ESXiArgs untuk mengenkripsi perangkat korban. Ransomware mengenkripsi file dengan ekstensi .vmxf, .vmx, .vmdk, .vmsd, dan .nvram pada server ESXi yang dikompromikan dan membuat file .args untuk setiap dokumen terenkripsi dengan metadata (kemungkinan diperlukan untuk dekripsi).
"Malware ini telah digunakan sebagai bagian dari gelombang besar serangan berkelanjutan yang telah memengaruhi ribuan target rentan di seluruh dunia. Secara keseluruhan, operasi ransomware belum terlihat menuai banyak keberhasilan mengingat banyaknya perangkat terenkripsi, dengan layanan pelacakan pembayaran tebusan Ransomware hanya melaporkan empat pembayaran uang tebusan dengan total 88.000 dollar AS," ungkapnya.
Yudhi mengatakan, sejak pertama kali diketahui adanya serangan ransomware global eksploitasi VMware, ESET mampu mendeteksi ancaman tersebut dan memblokirnya. Pada dasarnya semua perangkat yang memiliki antivirus akan terlindungi dari ancaman ini. Umumnya perangkat yang disusupi dapat dienkripsi karena tidak memiliki proteksi.
"Selain itu, untuk memblokir serangan masuk, admin harus menonaktifkan layanan Service Location Protocol (SLP) yang rentan pada hypervisor ESXi yang belum diperbarui. VMWare sudah menyediakan patch untuk kerentananan ini. Sangat disarankan untuk segera menambal agar dapat menghindari ancaman malware," terang dia.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
LPS: Bonus Demografi Bisa Angkat Ekonomi RI atau Jadi Ancaman?
-
Indef: Kebijakan Tarif Tinggi Trump Berdampak Negatif bagi Indonesia
-
Pameran D'Commentry Bentengan di MuBi
-
Presiden Peru Dina Boluarte Berjanji Tangkap Penembak Staf KBRI Lima
-
UMKM Melejit! Raup Cuan Triliunan di Awal 2025
-
Ketua MK Suhartoyo Tegaskan tanpa MKMK, Kepercayaan Publik pada MK Sulit Terbangun
-
Bupati Pasaman Barat Doa Bersama di Lokasi Warga Tertimbun Longsor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.