Lima Langkah Wujudkan Ketahanan Siber
Rabu, 08 Feb 2023, 03:26 WIBJakarta - Pesatnya perkembangan teknologi tentu sangat memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas, namun, di balik itu, para penjahat siber juga ternyata membekali diri dengan kemampuan yang semakin canggih untuk melancarkan aksinya.
"Berdasarkan riset Microsoft Digital Defense Report (DDR) 2022, sebenarnya 98 persen ketahanan siberdapat diperoleh dengan lima praktikyang bisa kita lakukan sehari-hari," kata pimpinan bisnis MicrosoftIndonesiaWahjudiPurnama di Jakarta, Selasa.
Pertama, terapkan prinsip-prinsip "zerotrust", pastikan bahwa orang yang akan mengakses data, aplikasi, infrastruktur, dan jaringan, baik dari organisasi atau individu, harus betul-betul jelas identitasnya. Kemudian, berikan akses secukupnya sesuai kebutuhan pada waktu tertentu.
Wahjudimencontohkan komputer di rumah, yang digunakan bersama anak karena sekolah daring. Orang tua bisa memberikan akun biasa, bukan akun administrator.
"Ketika dia mauinstallaplikasi, dia harus minta izin saya sebagai admin," kata Wahjudi.
Administrator juga bisa memberikan batasan akses komputer. Setelah batas waktu lewat, pengguna harus meminta akses lagi kepada administrator.
Kedua, gunakan autentifikasi multifaktor (MFA) untuk memverifikasi identitas pengguna. Wahjudimenilai alat itu bisa memblokir serangan identitas sekitar 99,9 persen.
"Kalau sampai orang jahat itu mengetahui password kita, dia tetap enggak bisa masuk karena ada satu faktor lagi yang ada di diri kita baik sidik jari maupun wajah," kata Wahjudi.
Wahjudi juga mengatakan pentingnya membuat kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun dan menggantinya secara berkala.
Ketiga, gunakan perangkatanti-malwaremodern. Menurut Wahjudi, hal ini penting sebab serangan malware, termasukransomware,kerap berujung pada permintaan uang tebusan yang tinggi.
Keempat, terus perbarui peranti keras dan peranti lunak secara berkala.
"Dengan kita selalu memperbarui, maka kalau ada pembaruan dari sisi keamanan, fitur, itu semuanya akan ikut," kata Wahjudi.
Kelima, Wahjudi menyarankan untuk melindungi data dengan menyimpannya dicloud.OneDrive misalnya, data dapat dilindungi dengan mengaktifkan password yang kuat, menambahkan informasi keamanan ke akun Microsoft, menggunakan MFA, dan mengaktifkan enkripsi di perangkatmobile.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jakarta Film Commission Diluncurkan: Simak Layanan Satu Pintu Filming in Jakarta untuk Sineas
-
Pemprov DKI Catat Pendapatan Rp80,03 Triliun Sepanjang Tahun 2025
-
Wali Kota: Alun-alun Kota Bandung Dibuka Kembali pada 17 Agustus
-
Bebelac Kenalkan Varian Baru Susu Formula Cair Rasa Strawberry di Ajang Slurp & Shine
-
Banyuwangi Luncurkan Oasis Wangi, Konsultasi Kesehatan Gratis 24 Jam via WhatsApp dengan Tenaga Medis
-
Jadi Pahlawan Kemenangan Norwegia Atas Brasil, Erling Haaland: Saya hanya Butuh Satu atau Dua Peluang untuk Cetak Gol
-
Viral Aksi Heroik Penjaga Perlintasan Bangil Selamatkan Pria yang Hendak Menabrakkan Diri ke Kereta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.