Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bertebaran di Jalan Bandar Lampung, Petugas Langsung Turun Tangan!
Minggu, 06 Sep 2026, 07:27 WIBBANDAR LAMPUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan protokol yang terselimuti abu vulkanik akibat erupsi menerus Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak Sabtu (5/9).
"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) sudah kami perintahkan untuk melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan protokol," kata Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana di Kota Bandar Lampung, Minggu.
Eva mengatakan penyemprotan dilakukan untuk membasahi debu vulkanik yang menempel di permukaan jalan yang dinilai mengganggu pengguna jalan.
"Diharapkan dengan penyemprotan ini dapat mengurangi debu vulkanik GAK yang beterbangan dan mengganggu masyarakat maupun pengguna jalan," katanya.
Selain itu, Eva juga mengimbau petugas di setiap kecamatan untuk melakukan pendataan wilayah yang terdampak debu vulkanik.
"Pendataan dilakukan guna mengetahui sebaran wilayah yang terkena dampak dan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya," kata dia.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung Antoni Irawan menyatakan pihaknya mengerahkan armada bersama BPBD untuk melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan.
"Atas arahan Ibu Wali Kota, kami bersama BPBD melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan protokol. Ini sebagai langkah penanggulangan untuk mengurangi efek debu vulkanik yang beterbangan dan mengganggu masyarakat," katanya
Sementara itu, pendataan oleh petugas di tingkat kecamatan terus dilakukan untuk menghimpun informasi mengenai wilayah yang terdampak.
"Pamong di kecamatan juga diarahkan untuk melakukan pendataan dan mengumpulkan informasi wilayah mana saja yang terkena dampak debu vulkanik. Data ini penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," kata Antoni.
- erupsi gunung
- Gunung Anak Krakatau
- Erupsi Gunung Anak Krakatau
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Erupsi Anak Krakatau: Bandara Dhoho Kediri Batalkan 2 Penerbangan
-
Hari Kedua, Basarnas Maksimalkan Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda
-
Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian Speed Boat Hilang Kontak di Selat Sunda.
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar! Sejumlah Bandara Ditutup, Penerbangan Lumpuh
-
Hadapi Abu Vulkanik, Pemprov DKI Lanjutkan Penyemprotan dan Imbau Warga Terapkan 5M
-
Badan Geologi: Erupsi Anak Krakatau Berakhir, Aktivitas Menurun, tetapi Tetap Waspada
-
8 Bandara Ditutup akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau! Menhub Pastikan Bandara Alternatif Beroperasi 24 Jam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.