Laju Pemulihan yang Kuat pada 2022 Jadi Pijakan Hadapi Perekonomian 2023

Rabu, 08 Feb 2023, 00:00 WIB

JAKARTA - Laju pemulihan yang sangat kuat pada tahun 2022 menjadi pijakan yang kokoh bagi perekonomian nasional untuk menghadapi tantangan jangka pendek sekaligus melanjutkan agenda pembangunan jangka menengah dan panjang.

"Pemerintah optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 masih akan tetap kuat meskipun dihadapkan pada prospek melambatnya perekonomian global," ucap Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (7/2).

Ket. Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani — Sumber: ISTIMEWA

Indikator perekonomian terkini juga terus menunjukkan tren ekspansif, termasuk Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang pada Januari 2023 meningkat signifikan.

Seperti dikutip dari Antara, Menkeu mengatakan pemerintah tetap terus memantau risiko perekonomian dunia saat ini. Risiko ketidakpastian masih cukup tinggi, meskipun risiko perlambatan ekonomi dunia diindikasikan mulai melunak.

Dalam World Economic Outlook terbitan Januari 2023, Dana Moneter Internasional (Internastional Monetary Fund/IMF) memprediksi pertumbuhan global 2022 dan 2023 sebesar 3,4 persen dan 2,9 persen atau lebih tinggi 0,2 persen poin dibanding proyeksi sebelumnya pada Oktober 2022.

Revisi ke atas ini didorong penguatan kinerja di beberapa negara besar sejak akhir 2022 dan mulai meredanya tekanan inflasi dunia yang diprediksi melambat secara gradual di 2023.

Reformasi Struktural

Menkeu mengatakan keberlanjutan agenda reformasi struktural untuk mempercepat transformasi ekonomi akan terus dijaga guna memperkokoh struktur dan akselerasi kinerja ekonomi nasional. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 juga telah dipersiapkan agar senantiasa waspada, namun optimistis kepada potensi perekonomian ke depan.

Kesehatan fiskal tetap menjadi perhatian penting agar mampu secara cepat dan tepat dalam menyasar isu-isu kritikal, termasuk dalam pengendalian inflasi, stabilitas perbaikan kesejahteraan masyarakat, dan perbaikan investasi yang lebih kuat.

"Berkat kerja keras APBN sebagai peredam tekanan global, Indonesia masih menjadi negara dengan predikat 'The Bright Spot' di tengah guncangan global saat ini. Ini yang harus terus kita jaga dengan tetap optimistis, namun juga waspada," tutur Menkeu.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono, memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat pada 2023 di kisaran 4,5-5,3 persen, dengan memperhatikan perkembangan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 yang meningkat dibanding pada 2021.

Erwin mengatakan pertumbuhan ekonomi pada 2023 didorong oleh peningkatan permintaan domestik baik konsumsi rumah tangga maupun investasi.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.