Investasi Lampaui Ekspektasi pada 2025, Sinyal Positif bagi Ekonomi
Kamis, 16 Jul 2026, 00:00 WIBJAKARTA â Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi pada 2025 mencapai 1.931,2 triliun rupiah, melampaui target sebesar 1.905,6 triliun rupiah atau tumbuh 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menyerap 2,71 juta tenaga kerja Indonesia atau naik 10,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
âSeluruh capaian ini kami raih dengan tetap menjaga pengelolaan keuangan dan aset negara secara akuntabel dan juga transparan,â kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, di Jakarta, Rabu (15/7).
Lebih lanjut, separuh investasi berasal dari dalam negeri atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 53,4 persen atau sebesar 1.030,3 triliun rupiah, dan Penanaman Modal Asing (PMA) 46,6 persen atau 900,9 triliun rupiah. Investasi tersebut mengalir ke luar Jawa sebesar 51,3 persen atau 991,2 triliun rupiah melampaui Pulau Jawa yang hanya 940 triliun rupiah.
Secara rinci, lima besar lokasi realisasi PMA dan PMDN ialah Jawa Barat 296,8 triliun rupiah, Jakarta 270,9 triliun rupiah, Jawa Timur 145,1 triliun rupiah, Banten 130,2 triliun rupiah, dan Sulawesi Tengah 127,2 triliun rupiah.
Pendorong Utama
Adapun lima besar subsektor realisasi sepanjang tahun lalu ialah bidang industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan sebesar 262 triliun rupiah; transportasi, pergudangan dan telekomunikasi 211 triliun rupiah, pertambangan 199,6 triliun rupiah, jasa lainnya 170,5 triliun rupiah; hingga perumahan, kawasan industri dan perkantoran 140,4 triliun rupiah.
âSejalan dengan mandat kami, hilirisasi menjadi salah satu pendorong utamanya. Realisasi investasi hilirisasi pada 2025 mencapai 584,1 triliun rupiah tumbuh 43,3 persen dan berkontribusi 30,2 persen terhadap total realisasi investasi nasional. Sebanyak 71,1 persen di antaranya yang berada di luar Jawa. Ini wujud nyata upaya menciptakan nilai tambah di dalam negeri sekaligus mendorong pemerataan,â ujar Rosan.
Tercatat, hilirisasi mineral sebesar 373,1 triliun rupiah dengan komoditas nikel 185,2 triliun rupiah, tembaga 65,8 triliun rupiah, bauksit 53,1 triliun rupiah, besi baja 39,2 triliun rupiah, timah 11,3 triliun rupiah, dan lainnya (pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, dan aspal buton) 18,5 triliun rupiah.
Selanjutnya, yaitu hilirisasi perkebunan dan kehutanan dengan total 144,5 triliun rupiah yang terdiri dari kelapa sawit 62,8 triliun rupiah, kayu log 62,2 triliun rupiah, karet 12,9 triliun rupiah, dan lainnya (pala, pinus, kelapa, kakao, dan biofuel) sebesar 6,6 triliun rupiah. Kemudian, hilirisasi minyak dan gas bumi sebesar 60 triliun rupiah yang terdiri dari minyak bumi 41,7 triliun rupiah dan gas bumi 18,3 triliun rupiah.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Indonesia Bisa Lolos Middle Income Trap, Berikut Kuncinya dari Pakar UI
-
Anggota DPR RI Fauzan Khalid Apresiasi Digitaliasi Pelayanan Pertanahan di Kota Tangerang
-
Jatiluwih Raih Penghargaan Asia Berkat Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
-
Presiden Prabowo Berkurban 1.098 Sapi untuk Hari Raya Idul Adha 1447 H
-
Kelompok Hezbollah Hancurkan Tank Merkava Israel dengan Rudal Kornet
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.