Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sejarah 31 Januari: Amerika Meluncurkan Satelit Buatan Pertamanya

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 17:00 WIB | Oleh:
Sejarah 31 Januari: Amerika Meluncurkan Satelit Buatan Pertamanya Doc: Dok. NASA
Ket. Explorer 1.

Tepat 65 tahun lalu, Amerika Serikat (AS) meluncurkan satelit pertamanya sekaligus menandakan dimulainya zaman antariksa AS pada 31 Januari 1958.

Peluncuran Explorer 1 yang dirancang dan dioperasikan oleh Jet Propulsion Laboratory NASA merupakan momen penting bagi AS dalam perlombaan antariksa dengan Uni Soviet yang telah lebih dulu mengguncang dunia berkat peluncuran Sputnik 1.

Melansir outlet berita Space, peluncuran Explorer 1 menjadi semacam tanggapan AS atas kesuksesan Uni Soviet dalam meluncurkan Sputnik ke ruang angkasa pada 4 Oktober 1957, menjadikannya sebagai negara pertama yang berhasil meluncurkan satelit buatan pertama ke ruang angkasa.

AS kala itu setidaknya tiga opsi roket utama untuk mengirim satelit ke luar angkasa. Di antaranya adalah Vanguard yang dikembangkan oleh Angkatan Laut, dan Juno yang didasarkan pada roket Angkatan Darat yang dirancang oleh ilmuwan Jerman Wernher Von Braun.

Dua bulan setelah Sputnik, AS siap meluncurkan roket Vanguard yang membawa Explorer 1. Peluncuran itu bahkan disiarkan di televisi dan radio di seluruh AS. Namun nahas, roket tersebut meledak beberapa saat setelah diluncurkan.

Otoritas AS lantas memutuskan melanjutkan peluncuran Explorer 1 dengan roket Juno. Setelah persiapan selama berminggu-minggu yang dirahasiakan, media akhirnya diberitahu ketika sudah mendekati waktu peluncuran.

Roket Juno yang membawa Explorer 1 akhirnya meluncur ke ruang angkasa pada 31 Januari 1958. Kesuksesan peluncuran ini menandakan bahwa negara itu siap menjelajahi alam semesta.

Instrumen sains utama di Explorer 1 adalah detektor sinar kosmik yang dirancang untuk mengukur lingkungan radiasi di orbit Bumi. Begitu berada di luar angkasa, percobaan ini, yang dilakukan oleh Dr. James Van Allen dari State University of Iowa, mengungkapkan jumlah sinar kosmik yang jauh lebih rendah dari yang diharapkan.

Van Allen berteori bahwa instrumen tersebut mungkin telah dijenuhkan oleh radiasi yang sangat kuat dari sabuk partikel bermuatan yang terperangkap di ruang angkasa oleh medan magnet Bumi.

Keberadaan sabuk radiasi ini dikonfirmasi oleh satelit AS lainnya yang diluncurkan dua bulan kemudian. Temuan itu kemudian diberi nama sabuk Van Allen untuk menghormati penemunya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Indonesia Berjuang Mengalah...
Olahraga
Hadapi Inggris, Pemain Arge...
Ekonomi
KUR Terus Diperluas untuk M...
Olahraga
  Piala Dunia, Menit 52 Spa...
Olahraga
Piala Dunia, Babak Pertama ...

UE Segera Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Russia

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
UE Segera Jatuhkan Sanksi B...
Piala Dunia, Spanyol Lolos ke Final

Piala Dunia, Spanyol Lolos ke Final

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.