- Home
-
- Luar Negeri
-
- Polusi Udara Makin Parah, ...
Polusi Udara Makin Parah, Warga Bangkok Disarankan Kerja dari Rumah
Jumat, 27 Jan 2023, 13:39 WIBBANGKOK - Warga Bangkok disarankan untuk bekerja dari rumah dan mengenakan masker karena polusi udara yang memburuk ke level yang tidak sehat.
Mengutip Freshnewsasia, pemerintah lokal mendesak warga untuk menggunakan transportasi umum ketimbang mobil pribadi saat bepergian. Pihak berwenang berusaha mengurangi sumber polusi seperti pembakaran di luar ruangan dan kegiatan konstruksi. Masker wajah akan dibagikan kepada orang-orang yang rentan, kata pihak berwenang Bangkok.
Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan, polusi diperkirakan meningkat pada Kamis (25/1), tetapi sekolah tidak perlu ditutup. "Saya meminta orang bersiap dengan memeriksa tingkat polusi sebelum bepergian. BMA (Bangkok Metropolitan Administration) dan departemen polusi akan mengontrol sumber debu dan meminta kerja sama dari aktivitas yang menghasilkan debu seperti lokasi konstruksi atau pengangkutan truk," katanya.
Jika situasinya memburuk, tambahnya, pembatasan transportasi akan dipertimbangkan.
Pembakaran lahan pertanian dan kebakaran hutan merupakan penyebab utama polusi udara di Thailand antara Desember dan April, terutama di daerah barat laut.Polusi dari kebakaran juga mempengaruhi Bangkok, yang sudah berjuang dengan udara buruk karena pabrik, konstruksi dan lalu lintasnya.
Pada Kamis pagi, tingkat PM2.5 mencapai 63,2µg/m³ (mikrogram per meter kubik), menurut perusahaan kualitas udara Swiss, IQAir, jauh lebih tinggi daripada pedoman kualitas udara tahunan WHO sebesar 5µg/m³.Area Samut Songkhram, barat daya Bangkok, dan Lampang, di utara, menduduki peringkat terburuk di Thailand.
Opas Karnkawinpong, sekretaris tetap di Kementerian Kesehatan Thailand mengatakan minggu ini bahwa semua layanan kesehatan masyarakat di tingkat provinsi akan memantau situasi dan pusat darurat akan dibuka di provinsi yang mengalami tingkat polusi tinggi selama lebih dari tiga hari berturut-turut.
Jumlah pasien yang mengalami masalah kesehatan terkait polusi lebih dari dua kali lipat menjadi hampir 213.000 minggu ini, dari sekitar 96.000 minggu lalu, kata Opas.Sebagian besar mengalami masalah saluran pernapasan serta gejala seperti dermatitis atau radang mata.
Chadchart mengatakan, situasi akan dipantau secara ketat sepanjang Februari dan diharapkan akan lebih baik pada Maret.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Kanker Paru Kini Mengintai Non-Perokok, Penyintas Desak Akses Diagnosis dan Obat Inovatif
-
Waspada, Wabah Campak Hantui Sampang, 90 Warga Tumbang dengan Demam Tinggi 40 Derajat
-
Gus Ipul Sulap Gedung STIP Jadi Sekolah Rakyat, Targetkan 30 Ribu Siswa Tanpa Tes Masuk
-
Wamendagri Bima Arya Puji Kampung Bahagia Jambi: Soroti RT Punya Peran Krusial
-
ASN WFH: DPR Minta Pemerintah Hitung Potensi Penghematan BBM
-
Michael B. Jordan Rayakan Kemenangan Oscar di Resto Burger Kesayangan
-
Badan Pegal-pegal dan Otot Tak Seimbang? Ini 4 Kebiasaan yang Harus Anda Perbaiki
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.