Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Satu Miliar Orang Kesulitan Akses Layanan Kesehatan dengan Listrik

📅 Sabtu, 21 Jan 2023, 12:05 WIB | Oleh:
Satu Miliar Orang Kesulitan Akses Layanan Kesehatan dengan Listrik Doc: Dok. SEforAll
Ket. Ilustrasi.

Hampir 1 miliar orang di negara berpenghasilan rendah dan menengah mengandalkan fasilitas kesehatan dengan pasokan listrik yang tidak memadai atau bahkan tanpa akses listrik sama sekali.

Dalam laporan Energizing Health: Accelerating Electricity Access in Health-Care Facilities, yang diinisiasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bank Dunia, Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA), dan Energi Berkelanjutan untuk Semua (SEforAll) mencatat, lebih dari 1 dari 10 fasilitas kesehatan di negara-negara Asia Selatan dan Afrika sub-Sahara tidak memiliki akses listrik sama sekali.

Di Afrika sub-Sahara, sekitar 15 persen fasilitas kesehatan tidak memiliki pasokan listrik yang dapat diandalkan. Artinya, lebih dari 650 ribu orang terpaksa harus mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan tanpa listrik. Sementara di Asia Selatan, 12 persen fasilitas kesehatan di sana tak disertai dengan listrik, menyebabkan lebih dari 237 ribu penduduknya tak bisa mendapatkan perawatan medis yang maksimal.

Meskipun ada beberapa kemajuan dalam beberapa tahun terakhir dalam hal elektrifikasi fasilitas layanan kesehatan, sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia hanya bisa mengandalkan fasilitas layanan kesehatan tanpa akses listrik yang bisa diandalkan. Singkatnya, angka ini mendekati seluruh populasi Amerika Serikat (AS), Indonesia, Pakistan, dan Jerman jika digabungkan.

Laporan yang menyoroti elektrifikasi fasilitas kesehatan di negara berpenghasilan rendah dan menengah itu, juga melaporkan disparitas akses listrik di dalam negara juga sangat mencolok. Di mana puskesmas dan fasilitas kesehatan di pedesaan jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki akses listrik dibandingkan rumah sakit dan fasilitas di daerah perkotaan.

Padahal, akses ke listrik sangat penting untuk penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas. Listrik diperlukan untuk menyalakan perangkat paling dasar, mulai dari lampu sampai perangkat yang mengukur tanda-tanda vital seperti detak jantung dan tekanan darah. Listrik juga sangat penting untuk prosedur rutin dan darurat. Ketika fasilitas layanan kesehatan memiliki akses ke sumber energi yang dapat diandalkan, peralatan medis yang penting dapat diberdayakan dan disterilkan, klinik dapat menyimpan vaksin penyelamat nyawa, dan petugas kesehatan dapat melakukan operasi penting atau melahirkan bayi sesuai rencana.

"Akses listrik di fasilitas layanan kesehatan dapat membuat perbedaan antara hidup dan mati," kata Maria Neira, Asisten Direktur Jenderal untuk Healthier Populations WHO.

Karenanya WHO mengimbau perlunya menganggap elektrifikasi fasilitas layanan kesehatan sebagai prioritas pembangunan tertinggi, yang membutuhkan dukungan dan investasi lebih besar dari pemerintah, mitra pembangunan, dan organisasi pembiayaan dan pembangunan. Penting juga untuk memahami kesenjangan akses listrik bagi fasilitas kesehatan di desa dan perkotaan untuk mengidentifikasi, di mana tindakan paling mendesak dibutuhkan, dan untuk memprioritaskan alokasi sumber daya di tempat yang akan menyelamatkan nyawa.

Menurut analisis Bank Dunia yang disertakan dalam laporan tersebut, hampir dua pertiga atau 64 persen fasilitas layanan kesehatan di negara berpenghasilan rendah dan menengah memerlukan beberapa bentuk intervensi mendesak. Misalnya, sambungan listrik baru atau cadangan listrik. Badan itu juga melaporkan, sekitar 4,9 miliar dolar AS sangat dibutuhkan untuk membawa mereka ke standar minimal elektrifikasi.

Laporan itu menyebut perlunya solusi energi berkelanjutan yang terdesentralisasi, seperti sistem fotovoltaik surya, yang dinilai hemat biaya dan dapat diterapkan dengan cepat di berbagai lokasi. Selain itu, membangun sistem perawatan kesehatan yang tahan iklim berarti membangun fasilitas dan layanan yang dapat menghadapi tantangan perubahan iklim, seperti peristiwa cuaca ekstrem, sekaligus meningkatkan kelestarian lingkungan.

"Berinvestasi dalam energi yang andal, bersih, dan berkelanjutan untuk fasilitas layanan kesehatan tidak hanya penting untuk kesiapsiagaan menghadapi pandemi, tetapi juga sangat dibutuhkan untuk mencapai cakupan kesehatan universal, serta meningkatkan ketahanan dan adaptasi iklim," jelas Neira.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.