Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peneliti Temukan Jalan Tol Tertua, Dibangun Suku Maya Ribuan Tahun Lalu

📅 Rabu, 18 Jan 2023, 14:30 WIB | Oleh:
Peneliti Temukan Jalan Tol Tertua, Dibangun Suku Maya Ribuan Tahun Lalu Doc: FARES USA/Reuters
Ket. Hasil rendering menunjukkan rekonstruksi kota Maya kuno yang terletak di area yang dikenal sebagai Mirador-Calakmul Karst Basin (MCKB) di Guatemala utara dan Campeche selatan, Meksiko.

Anda mungkin sudah tak asing lagi dengan jalan tol. Jalan bebas hambatan yang menghubungkan antar kota, atau provinsi semakin banyak di bangun dewasa ini, bahkan di dalam kota sekalipun. Semuanya dibangun agar pengguna jalan dapat berkendara dengan lebih cepat dan nyaman.

Tapi tahukah kamu bahwa jaringan jalan tol sudah dibangun oleh suku Maya sejak ribuan tahun lalu?

Studi berbasis teknologi tingkat tinggi yang dilakukan oleh lembaga riset antropologi asal Guatemala Foundation for Anthropological Research and Environmental Studies (FARES) berhasil menemukan jaringan jalan tol buatan suku Maya tersembunyi di hutan lebat di wilayah Guatemala bagian utara dan Meksiko bagian selatan.

Melansir Reuters, temuan itu dipublikasikan pada jurnal Ancient Mesoamerica itu menunjukkan penemuan jalan tol yang berusia sekitar 3.000 tahun itu menghubungkan sekitar 417 kota dan hampir 1.000 permukiman kuno peradaban Maya.

Para peneliti menemukan jalan tol kuno itu sebagai konstruksi yang dibangun berabad-abad sebelum negara-kota Maya terbesar hadir. Saking tuanya, jaringan jalan tol itu diduga menjadi yang pertama di bangun di dunia.

Menggunakan pesawat terbang untuk menggunakan teknologi LiDAR, yakni gelombang cahaya ditembakkan ke hutan supaya mereka bisa melihat struktur yang tersembunyi di balik tumbuh-tumbuhan, peneliti di FARES telah menemukan 177 kilometer jalan raya. Di mana beberapa diantaranya lebih tinggi 5 meter dari tanah dan lebar 40 meter.

Tak hanya jaringan jalan tol, peneliti juga menemukan piramida, lapangan permainan bola, waduk, bendungan dan kanal pengairan.

"Itu menunjukkan kerumitan ekonomi, politik dan sosial yang terjadi secara bersamaan di seluruh area itu," kata pimpinan penelitian Richard Hansen.

Temuan itu sekaligus memperkaya pengetahuan era pra-klasik Maya, atau sekitar tahun 1.000-3.500 Sebelum Masehi. Permukiman itu diyakini berada di bawah kota metropolitan El Mirador.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.