• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • 4 Cara Menghadapi Diskrimi...

4 Cara Menghadapi Diskriminasi Berat Badan 'Weight Bias'

Senin, 16 Jan 2023, 16:46 WIB

Berat badan seringkali dianggap sebagai hal yang penting bagi seseorang terutama bagi wanita. Banyak dari mereka yang diperlakukan tidak adil hanya karena memiliki berat badan atau bentuk tubuh yang tidak ideal. Hal ini disebut juga weight bias atau bias berat badan.

Weight bias atau fatphobia merupakan prasangka, stereotip, dan diskriminasi terhadap seseorang karena berat badan mereka. Walau tak banyak dibicarakan, Insider melaporkan weight bias dialami oleh sekitar 40 persen orang dewasa.

Ket. Foto: Ilustrasi. — Sumber: Freepik/Rawpixel

Meskipun diskriminasi ras sekarang ilegal, diskriminasi berat badan masih dianggap hal yang biasa secara sosial. Padahal, diskriminasi berat dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan kematian hampir 60 persen.

Misalnya, model ukuran plus Tess Holliday telah menjadi korban pesan weight bias di Instagram-nya. Melansir Insider, Holliday terpuruk usai orang-orang di media sosial mengatakan kepadanya bahwa ukuran badannya yang besar menginspirasi mereka untuk menurunkan berat badan.

Diskriminasi berat badan dapat berdampak serius pada kehidupan orang, membuat mereka lebih rentan terhadap depresi, kecemasan, penyalahgunaan zat, dan bahkan kematian.

Orang dengan berat badan lebih besar lebih berpotensi mengalami stigma berat badan, tetapi bias ini dapat memengaruhi orang dengan ukuran berapapun, dan memicu budaya diet toxic dan gangguan makan.

Mungkin sulit untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika seseorang mempermalukan Anda hanya karena berat badan. Berikut adalah beberapa tips yang perlu diingat jika itu terjadi:

1. Hindari menyalahkan diri sendiri

Direktur Rudd Center for Food Policy & Health, Rebecca Puhl mengatakan, tak sedikit orang yang mengalami weight bias justru menyalahkan diri mereka sendiri dan merasa ada yang salah dengan tubuh mereka.

"Banyak orang yang mengalami stigma berat menginternalisasi pengalaman ini," kata Puhl.

Namun daripada menyalahkan diri sendiri, ingatlah bahwa stigma berat badan adalah masalah orang lain. Puhl menyarankan untuk lebih berbelas kasih kepada diri sendiri.

"Berbaik hatilah pada dirimu sendiri, meskipun orang lain tidak," saran Puhl.

2. Memiliki support system

Memiliki orang yang dapat mendukung ketika Anda menjadi korban weight bias adalah kunci untuk menjaga kesehatan mental Anda.

"Baik itu online atau dengan orang sungguhan, karena Anda tidak harus menghadapi bias atau diskriminasi semacam itu sendirian," ujar Zoë Bisbing, seorang psikoterapis dan pendiri Body-Positive Therapy.

3. Hadapi orang yang menstigmatisasi Anda

Walau sangat sulit untuk menghadapi pelaku weight bias secara langsung, cara ini disebut Emily Capelli, seorang psikoterapis dan pendiri praktik terapi Body Love Therapy, sebagai cara bagus untuk memberdayakan diri Anda,

"Anda bisa mengatakan, sederhana saja, 'Itu terasa menggemukkan', atau 'Itu menyakiti perasaan saya'," saran Capelli.

Sebelum mengonfrontasi seseorang, Capelli menyarankan untuk menuliskan pemikiran dan perasaan Anda tentang situasi tersebut sebelumnya sehingga Anda dapat mengekspresikan diri dengan lebih jelas.

4. Ubah percakapan

Sebaliknya, jika Anda belum siap untuk langsung mengonfrontasi seseorang tentang perlakuan weight bias yang mereka lakukan, cobalah mencari cara untuk mengubah topik pembicaraan saat topik tentang tubuh muncul.

Alternatifnya, Anda bisa mengakhiri percakapan dengan berjalan pergi.

"Tidak apa-apa untuk pergi," kata Capelli.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Suliana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.