Bank Sumut Bakal Kebut Ekspansi Kredit Pasca IPO
Minggu, 08 Jan 2023, 17:17 WIBMEDAN- PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk. (Bank Sumut) siap mengerek kinerja bisnis dengan meningkatkan ekspansi kredit hingga pengembangan teknologi informasi serta layanan digital.
Bank Sumut, dengan kode emiten BSMT, rencananya akan mengalokasikan 80 persen dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) untuk modal kerja guna mendukung ekspansi bisnis perseroan, termasuk kredit modal kerja, kredit investasi hingga kredit konsumtif.
"Sekitar 20 persen sisanya akan digunakan untuk perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi guna menunjang kegiatan usaha perseroan, termasuk layanan digital," kata Plt Direktur Utama Bank Sumut Hadi Sucipto, di Medan Sabtu (7/1).
Rinciannya, 10 persen akan digunakan sebagai belanja modal, termasuk pengeluaran untuk aset sewa berupa pembukaan atau perpanjangan sewa unit kantor, unit layanan, renovasi gedung, dan infrastruktur teknologi informasi.
Sementara itu, 10 persen lainnya akan digunakan untuk belanja operasional berupa pengembangan jaringan ATM, layanan digitalisasi, peningkatan system security, dan pengembangan teknologi informasi lainnya dengan skema manage service.
Seiring dengan dinamika yang terjadi terkait dengan pergantian pucuk pimpinan Bank Sumut, perseroan memastikan bahwa proses rangkaian IPO tidak akan terganggu dan operasional perbankan juga tetap berjalan normal.
"Bahkan jajaran Direksi dan Komisaris Bank Sumut akan segera melakukan paparan publik kepada investor. Semua masih sesuai jadwal," tegas Hadi Sucipto.
Sesuai prospektus, bank daerah milik Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sumatra Utara ini telah menggelar penawaran awal atau bookbuilding sebanyak banyaknya 2.934.798.300 saham (mewakili 23 persen dari total saham Bank Sumut usai IPO) mulai Kamis (5/1) hingga Rabu (18/1).
Dengan nilai nominal 250 per saham, Bank Sumut mematok harga penawaran pada rentang harga 350 hingga 510 per saham sehingga perseroan berpotensi meraup dana 1,02 hingga 1,49 triliun rupiah rupiah.
Perluas Jaringan
Menurut Hadi, sekitar 80 persen dana IPO dialokasikan untuk modal kerja, maka perseroan menganggarkan dana sebanyak-banyaknya 1,19 triliun rupiah untuk mengerek kinerja bisnis, termasuk ekspansi kredit.
Adapun, dana IPO maksimal 299,34 miliar rupiah sisanya akan digunakan untuk perluasan jaringan dan pengembangan teknologi informasi.
Bank jelasnya menunjuk empat perusahaan sekuritas, yakni PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, dan PT UOB Kayhian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Bank Sumut dijadwalkan dapat memulai tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 7 Februari 2023.
Sebagai catatan, jumlah kredit/Pembiayaan yang telah disalurkan Bank Sumut hingga triwulan III/2022 atau posisi 30 September 2022 mencapai 26,90 triliun rupiah, tumbuh 2,01 persen atau naik 534,40 miliar rupiah dibandingkan dengan penyaluran pada triwulan II/2022 sebesar 26,36 triliun rupiah.
Kenaikan itu kata Hadi ditopang oleh ekspansi kredit produktif. Adapun, penyaluran kredit/Pembiayaan Bank Sumut sepanjang 2021 tercatat 25,19 triliun rupiah, naik 1,58 triliun rupiah atau tumbuh 6,68 persen dibandingkan dengan periode 2020 sebesar 23,61 triliun rupiah.
Kala itu, berdasarkan prospektus perseroan, peningkatan jumlah kredit sejalan dengan ekspansi kredit yang dijalankan oleh Bank Sumut.
Sementara itu, ekspansi kredit/pembiayaan pada 2021 itu ditopang oleh peningkatan kredit multiguna dan prapensiun sebesar 1,12 triliun rupiah dan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 144,86 miliar rupiah. Sementara itu, pada 2019, penyaluran kredit/Pembiayaan Bank Sumut sebesar 23,70 triliun rupiah. Dengan begitu, sepanjang tiga tahun terakhir, Bank Sumut konsisten menjaga peningkatan penyaluran kredit dan Pembiayaannya.
Adapun, berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Bagian Utara, penyaluran kredit oleh perbankan di Sumut tercatat 224,31 triliun rupiah (tumbuh 1,76 persen secara year on year) hingga Oktober 2022 dengan komposisi kredit produktif menyumbang 70,93 persen dan kredit konsumtif 29,07 persen.
Seiring dengan peningkatan ekspansi kredit, hingga September 2022, Bank Sumut berhasil membukukan laba bersih 520,57 miliar rupiah, tumbuh 17,44 persendibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 443,29 miliar rupiah.
Secara tahunan, laba bersih Bank Sumut juga cukup solid, sempat sedikit terkoreksi pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Pada 2019, laba bersih Bank Sumut tercatat sebesar 544,75 miliar rupiah, lalu turun menjadi 514 miliar rupiah pada 2020 dan kembali naik menjadi 613,60 miliar rupiah pada 2021.
Dari sisi profitabilitas, Return on Equity (ROE) atau tingkat pengembalian ekuitas Bank Sumut pada triwulan IIII/2022 sebesar 17,38 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 16,10 persen. Sementara itu, Return On Asset (ROA) atau tingkat pengembalian aset sebesar 2,17 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 2,06 persen.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Subianto Panggil Kapolri Listyo Sigit Prabowo ke Hambalang.
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Peluncuran Octobiz CIMB Niaga Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis
-
Trump Mengatakan Tidak Ingin Memperpanjang Gencatan Senjata dengan Iran
-
Layanan Gerai Samsat Keliling Tersedia di 14 Titik Wilayah Jadetabek pada Jumat
-
Bundesliga Jerman: Bayern Pecahkan Rekor, Selangkah Lagi Menuju Gelar
-
Molly Tea Targetkan Pasar Luar Jawa Mulai dari Kota Medan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.