Sejarah 12 Desember: Tragedi Gempa dan Tsunami Flores, 2.500 Orang Tewas
Senin, 12 Des 2022, 17:31 WIBLokasi geografis Indonesia yang berada di sepanjang cincin api pasifik, yang merupakan pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, membuat negara kepulauan ini menghadapi banyak bencana alam, termasuk gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi.
Lembaga kemanusiaan global Mercy Corps, mencatat Indonesia telah mengatasi tantangan bencana alam selama ratusan tahun, dengan gempa bumi dan letusan gunung berapi yang tercatat sejak abad ke-13.
Sejak tahun 1990 hingga sekarang, rakyat Indonesia telah mengalami berbagai bencana alam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi dengan magnitudo 5,0 atau lebih rendah terjadi hampir setiap hari di Indonesia.
Sementara gempa bumi yang lebih besar telah terjadi setahun sekali sepanjang sejarah bangsa ini. Gempa bumi ini sering memicu tsunami yang menghancurkan masyarakat, salah satunya Gempa Flores yang terjadi pada 11 Desember 1992.
Tepat 30 tahun silam pada hari ini, tsunami yang berawal dari gempa bumi berkekuatan 7,8 skala richter telah menghancurkan Flores dan menewaskan ribuan orang yang berada di kawasan tersebut.
Sejarah mencatat, gempa awal pertama terjadi pada pukul 13.29 WITA yang kemudian diikuti beberapa gempa susulan yang signifikan. Tak butuh waktu lama bagi rentetan gempa itu untuk memicu gelombang tsunami setinggi 36 meter yang melanda kota pesisir Maumere.
Di Maumere, di mana gempa terasa begitu kuat, ratusan bangunan runtuh seketika, bahkan sebelum tsunami menerjang. Beberapa kampung pesisir juga tenggelam karena daratan yang ambles.
Badan Geologi Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi menuturkan gempa bumi yang terjadi di kawasan Nusa Tenggara umumnya disebabkan Sesar Naik Flores.
Apabila zona tumbukan lempeng Indo-Australia ada di selatan Nusa Tenggara, Sesar Naik Flores ini berada di sebelah utara, tepatnya di Laut Flores. Sesar ini diketahui membentang dari utara Laut Flores hingga berakhir di timur laut Pulau Bali.
Mercy Corps mencatat, tragedi yang disebut warga Flores sebagai 'Kiamat di siang hari' itu diketahui menewaskan lebih dari 2.500 jiwa.
Tercatat 500 orang hilang, 447 orang mengalami luka-luka, dan 5.000 orang diharuskan mengungsi. Diperkirakan 18.000 rumah, 113 sekolah, dan 90 tempat ibadah hancur karena hantaman tsunami.
Di daerah yang paling terpukul, diperkirakan 90 persen bangunan hancur akibat gempa bumi dan tsunami dan lebih dari 90.000 orang kehilangan tempat tinggal di seluruh wilayah.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
Berita Terkait:
-
OTT KPK di ATR/BPN Terungkap, Urusan HGB Bawa Nama Pejabat
-
Bintang PSG, Achraf Hakimi Bakal Jalani Sidang Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Manchester United Jual Potongan Rumput Old Trafford, Dibanderol 3,2 Juta Rupiah
-
Pulau Tunda Bakal Diterangi Listrik pada 2027! Pemkab Serang dan PLN Siapkan PLTS
-
Guru Bimbingan dan Konseling Bisa Menjadi Kunci Menekan Kekerasan Anak
-
Kylian Mbappe Gabung On, Merek Swiss Ini Tantang Dominasi Nike, Adidas, dan Puma
-
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sumba Barat Daya, NTT
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.