Diplomasi Budaya Dijadikan Jembatan untuk Pencak Silat Masuk Olimpiade

Senin, 12 Okt 2026, 17:54 WIB

JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong perluasan pengenalan pencak silat di tingkat internasional melalui diplomasi budaya sekaligus memperkuat dukungan global terhadap aspirasi Indonesia agar seni bela diri tradisional tersebut menjadi cabang olahraga Olimpiade.

Dorongan itu disampaikan Fadli saat membuka 1st International Pencak Silat Culture & Heritage Festival di Amersfoort, Belanda, Sabtu (10/10).

Ket. Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon berfoto bersama para pesilat dari Indonesia dan Belanda dalam "1st International Pencak Silat Culture & Heritage Festival" di Amersfoort, Belanda, Sabtu (10/10). — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan

“Kita memiliki aspirasi bersama agar Pencak Silat dapat menjadi bagian dari Olimpiade. Untuk mencapainya, diperlukan kerja sama internasional dan partisipasi yang semakin luas. Kami berharap komunitas Pencak Silat di berbagai negara dapat turut mendukung tujuan ini, dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang menjadi fondasinya,” ujar Fadli dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (12/10). 

Fadli mengatakan pencak silat merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang memadukan keterampilan bela diri, seni, musik tradisional, dan ajaran spiritual. Pelestariannya bergantung pada para maestro, praktisi, dan komunitas yang mewariskan pengetahuan tersebut kepada generasi berikutnya.

Kementerian Kebudayaan mencatat 3.277 elemen Warisan Budaya Takbenda Indonesia, termasuk tradisi pencak silat yang telah diinskripsi UNESCO dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2019.

Festival yang berlangsung pada 10-11 Oktober 2026 tersebut diselenggarakan oleh Federasi Pencak Silat Belanda atau Nederlandse Pencak Silat Federatie (NPSF). Kegiatan itu menghadirkan pertunjukan budaya, demonstrasi, lokakarya, dan kelas pelatihan yang mempertemukan maestro serta praktisi pencak silat Indonesia dengan komunitas pesilat di Belanda.

Tiga delegasi dari Indonesia turut berpartisipasi, yakni Panglipur Indonesia dari Jawa Barat, Harimau Singgalang dari Sumatera Barat, serta Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo Madiun dari Jawa Timur.

Fadli mengapresiasi kontribusi NPSF dalam mengembangkan pencak silat di Belanda. Organisasi tersebut saat ini menaungi sekitar 50 perguruan dengan lebih dari 700 praktisi terdaftar.

“Keterlibatan komunitas lokal dalam menjaga tradisi Indonesia ini menunjukkan peran penting hubungan antar masyarakat atau people-to-people relations dalam diplomasi budaya,” kata Fadli.

Kementerian Kebudayaan turut mendukung penyelenggaraan festival melalui Dana Indonesia Raya, dana abadi kebudayaan yang diarahkan untuk memperluas kesempatan bagi pelaku dan komunitas budaya Indonesia.

Fadli berharap festival tersebut berkembang menjadi wadah kerja sama berkelanjutan antara komunitas pencak silat Indonesia dan Belanda.

“Kami berharap Pencak Silat semakin dikenal oleh masyarakat dunia, sekaligus terus menjadi jembatan persahabatan dan fondasi hubungan antarbangsa yang kokoh melalui kebudayaan,” ujarnya. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.