Bintang PSG, Achraf Hakimi Bakal Jalani Sidang Kasus Dugaan Pemerkosaan

Kamis, 24 Sep 2026, 04:52 WIB

PARIS - Bek sekaligus bintang Paris Saint-Germain (PSG) dan timnas Maroko Achraf Hakimi, akan menjalani persidangan atas kasus dugaan pemerkosaan setelah upayanya mengajukan banding ke pengadilan tertinggi Prancis ditolak pada Rabu (23/9).

Berdasarkan laporan The Athletic, Pengadilan Kasasi mengonfirmasi bahwa permohonan banding Hakimi telah ditolak. Dengan keputusan tersebut, sang pemain tidak lagi memiliki jalur hukum untuk membatalkan proses menuju persidangan.

Ket. Foto: Bek sekaligus bintang Paris Saint-Germain (PSG) dan timnas Maroko Achraf Hakimi — Sumber: antara foto

Hakimi sebelumnya telah mengajukan banding untuk membatalkan dakwaan pemerkosaan. Pengadilan Banding Versailles menolak permohonan tersebut pada 19 Juni 2026. Hakimi kemudian membawa kasusnya ke Pengadilan Kasasi, pengadilan tertinggi dalam sistem peradilan Prancis.

Hakimi mengatakan sejak awal dirinya tidak melakukan pelanggaran. Setelah seluruh upaya hukumnya untuk membatalkan dakwaan ditolak, pemain berusia 27 tahun itu kini akan menghadapi persidangan di pengadilan pidana Hauts-de-Seine, wilayah di sebelah barat Paris. Persidangan tersebut diperkirakan berlangsung pada 2027.

Pengacara perempuan yang melaporkan Hakimi, Rachel-Flore Pardo, mengatakan kliennya bertekad mendapatkan keadilan setelah menjalani proses hukum selama tiga setengah tahun.

“Achraf Hakimi akan menjalani persidangan atas dugaan pemerkosaan. Setelah tiga setengah tahun proses hukum, setelah difitnah dan diseret oleh pembelaan Achraf Hakimi, klien saya bertekad mendapatkan keadilan dan akan berjuang sampai akhir,” ujar Pardo.

Sementara itu, pengacara Hakimi, Fanny Colin, menegaskan bahwa kliennya tetap membantah tuduhan tersebut. Ia juga menyebut proses persidangan akan menjadi kesempatan bagi pihak Hakimi untuk memaparkan seluruh bukti pembelaan di hadapan kedua pihak.

“Tuduhan tersebut akan dibahas dalam persidangan, ketika seluruh bukti yang mendukung pembelaan Hakimi akan dipaparkan secara terbuka dan di hadapan kedua pihak,” kata Colin.

“Pak Hakimi, yang tidak menyembunyikan apa pun, telah sepenuhnya bekerja sama dengan polisi dan otoritas peradilan dan akan terus melakukannya selama persidangan mendatang,” lanjutnya.

Kasus tersebut bermula dari dugaan insiden di rumah Hakimi di Boulogne-Billancourt, sebelah barat Paris, pada 25 Februari 2023. Perempuan yang sebelumnya berkomunikasi dengan Hakimi melalui Instagram itu menuduh sang pemain melakukan tindakan seksual tanpa persetujuannya setelah dirinya datang ke rumah Hakimi.

Hakimi didakwa melakukan pemerkosaan pada 2 Maret 2023, lima hari setelah dugaan insiden tersebut.

Hakimi terakhir kali memberikan pernyataan terbuka mengenai kasus itu pada 19 Juni, setelah Pengadilan Banding Versailles menolak permohonannya untuk membatalkan dakwaan.

“Saya memilih untuk diam selama bertahun-tahun. Saya berpikir bahwa tetap menjaga martabat, bersabar, dan mempercayai sistem peradilan akan memungkinkan keputusan yang tepat dibuat. Hari ini, sebuah cerita yang bukan milik saya diceritakan dengan mengorbankan keluarga, kehidupan, dan yang terpenting, kebenaran,” tulis Hakimi di X.

“Saya telah menunggu persidangan ini sejak hari pertama. Dan sekarang saya menantikannya. Akhirnya, saya akan bisa berbicara,” tambahnya.

Di luar kasus hukum tersebut, Hakimi tetap menjadi pemain penting PSG. Ia merupakan bagian dari skuad yang menjuarai Liga Champions dua musim beruntun dan masuk dalam daftar 30 nominasi Ballon d'Or 2026 yang akan digelar di London bulan depan.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.