Gubernur Khofifah Targetkan Kemiskinan Ekstrem Jatim Turun hingga Nol Persen

Senin, 12 Okt 2026, 18:27 WIB

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menargetkan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya dapat ditekan hingga nol persen setelah sejumlah indikator kesejahteraan menunjukkan perbaikan.

Khofifah saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/1), mengatakan tingkat kemiskinan di provinsi tersebut pada Maret 2026 tercatat 9,06 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 9,50 persen.

Ket. Foto: Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa — Sumber: antara foto

Sementara itu, tingkat kemiskinan ekstrem Jawa Timur pada 2025 tercatat sebesar 0,29 persen.

"Ini optimisme kita untuk dapat menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol persen," katanya.

Khofifah menyebut penurunan kemiskinan menjadi salah satu capaian program Nawa Bhakti Satya yang menjadi arah prioritas pembangunan Jawa Timur hingga 2029.

"Langkah besar pembangunan Jawa Timur kita wujudkan bersama melalui Nawa Bhakti Satya, sembilan pengabdian mulia yang menjadi kompas prioritas pembangunan Jawa Timur hingga 2029," ujarnya.

Selain kemiskinan, ia memaparkan sejumlah capaian pembangunan mulai dari perluasan kesempatan kerja, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan hingga transformasi pelayanan publik.

Pada sektor ketenagakerjaan, Khofifah menyebut Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Mei 2026 sebesar 3,42 persen.

"Catatan TPT ini menjadi capaian yang menunjukkan resiliensi ekonomi kita," katanya.

Di sektor pangan, produksi padi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai sekitar 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 17,34 persen produksi padi nasional.

Jawa Timur juga menjadi salah satu daerah penopang produksi pangan nasional melalui berbagai komoditas seperti padi, jagung, tebu, daging, susu, telur, dan perikanan.

"Kita memahami bahwa kedaulatan pangan lahir dari kerja keras petani yang setia merawat bumi, dari ketekunan peternak di kandang-kandang peluh, dan dari keberanian nelayan kita menembus ombak samudra. Karena ketekunan panjenengan semua, hari ini Jawa Timur berdiri tegak dengan kebanggaan yang luar biasa," ujarnya.

Pada sektor pendidikan, Pemprov Jawa Timur memperluas kesempatan belajar melalui program Jatim World Class Education yang mencakup penguatan pendidikan vokasi, perguruan tinggi, dan pendidikan pesantren.

"Melalui beasiswa santri unggul, penguatan vokasi, hingga kolaborasi prestisius dengan King's College London, kita sedang mencetak talenta-talenta berdaya saing internasional. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Jawa Timur menemukan ruang terbaiknya untuk tumbuh dan mekar," katanya.

Di bidang kesehatan, cakupan perlindungan jaminan kesehatan masyarakat Jawa Timur hingga September 2026 mencapai 96,12 persen, sedangkan usia harapan hidup tercatat 75,36 tahun.

Transformasi tata kelola pemerintahan juga diperkuat melalui Ekosistem Majapahit Digital (MAJADIGI). Hingga September 2026, integrasi dalam ekosistem tersebut telah mencakup 241 layanan untuk mendukung pelayanan publik dan administrasi pemerintahan.

Melalui program Jatim Harmoni dan Jatim Lestari, Khofifah juga menekankan pembangunan inklusif yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

"Peran sebagai Gerbang Baru Nusantara juga harus membawa manfaat yang semakin merata di dalam Jawa Timur," ujarnya.

Khofifah mengatakan falsafah Jer Basuki Mawa Beya mengingatkan bahwa keberhasilan membutuhkan kesungguhan, kerja keras, dan pengorbanan.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk melanjutkan pembangunan Jawa Timur.

Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Khofifah juga menyematkan Tanda Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya kepada sejumlah pejabat publik, tokoh masyarakat, penggiat sosial, dan pelaku usaha yang dinilai berkontribusi bagi Jawa Timur.

Sebanyak 13 tokoh menerima penghargaan kategori emas, di antaranya Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara R. Narendra Jatna, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Abdul Qohar AF, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur Brigjen Pol Budi Mulyanto.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.