Bukan Sekadar Galau Biasa, Album Ketiga Lyodra 'Terkunci di Kamu' Punya Dua Alur Emosi
Senin, 12 Okt 2026, 17:46 WIBJAKARTA - Penyanyi solo Lyodra Ginting menceritakan konsep album studio ketiganya "Terkunci di Kamu" yang dia kemas dalam dua bagian cerita dengan suana bertolak belakang.
"Secara konsep memang album ini kayak punya dua sisi cerita. Di bagian awal suasananya sengaja dibuat lebih gelap dan galau banget, menceritakan momen saat hati kita masih tertahan di fase luka masa lalu, kekecewaan, dan hubungan yang ternyata berjalan tidak sesuai ekspektasi," kata Lyodra dalam siaran pers label Universal Music Indonesia di Jakarta, Senin (12/10).
Album berisi sepuluh lagu itu berisi dinamika emosi yang sengaja diubah pada paruh berikutnya untuk melambangkan kebangkitan dan penerimaan.
Masuk ke bagian kedua, warna musik berubah menjadi lebih hangat dan terang, yang menggambarkan diri sudah berdamai dengan luka. Paruh kedua album itu menggambarkan penyembuhan diri, kenyamanan ketika kembali dekat dengan seseorang sampai muncul keberanian untuk percaya kepada cinta.
"Jadi, album ini bukan sekadar kumpulan lagu galau biasa, tapi sebuah perjalanan emosional yang utuh dari hati yang awalnya terkunci rapat hingga akhirnya bersedia dibuka kembali," ujar Lyodra.
Perjalanan menuju "Terkunci di Kamu" dibangun dari rekam jejak Lyodra yang telah berkembang sejak usia belia. Penyanyi yang lahir di Medan pada 2003 itu menjadi pemenang termuda Indonesian Idol Season 10 pada usia 16 tahun.
Dalam menjalani karir, Lyodra telah membawakan lagu-lagu seperti "Tak Dianggap", "Sang Dewi", dan "Pesan Terakhir", serta berkolaborasi dengan nama-nama seperti Yovie Widianto dan Andi Rianto. Pengakuan terhadap kiprahnya juga datang dari Mnet Asian Music Awards 2021 ketika dia meraih penghargaan sebagai Best New Asian Artist.
Daftar trek dalam album "Terkunci di Kamu" meliputi "Teganya Kau", "Harapan Semu", "Pura Pura", "Apa Maksud Tuhan Pertemukan Kita?", "Bodohnya Aku", "Panggil Aku Bayangan", "Bersamamu"Â yang berkolaborasi dengan Bilal Indrajaya, "Simpan Dulu Rindumu", "Pintu Hati", serta trek penutup bertajuk "BUCIN'T".
Lagu "Pintu Hati" dipilih Lyodra sebagai pusat dalam album ini.
"Lagu ini menjadi titik ketika seluruh cerita mulai berubah arah, dari mempertahankan luka menuju kemungkinan untuk menerima sesuatu yang baru," kata Lyodra. Ant
- Lyodra
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.