Populasi Menua Dapat Sebabkan Kemiskinan Ekstrem

Jumat, 14 Okt 2022, 00:05 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menyebut, populasi menua atau ageing population menjadi salah satu penyebab kemiskinan ekstrem. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi salah satu tantangan Indonesia di masa mendatang.

"Harapannya dengan terselesaikan masalah di tataran ageing population akan berkontribusi besar terhadap masalah kemiskinan ekstrem secara keseluruhan," ujar Hasto dalam webinar di Jakarta, Kamis (13/10).

Ket. Foto: Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo — Sumber: Koran Jakrta/Muhamad Ma'rup

Dia menyebut, Presiden RI, Joko Widodo menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem pada tahun 2024. Adapun di Indonesia jumlah penduduk dengan pendapatan kurang dari 1,9 dollar Amerika Serikat sebanyak 2,04 persen atau mencapai enam sampai delapan juta jiwa.

Dia menambahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 memperkirakan lonjakan penuaan populasi 60 tahun ke atas mencapai 10,8 persen. Jumlahnya mendekati hampir 30 juta jiwa. "Kita menghadapi ageing population dan kemiskinan ekstrem. BKKBN berperan penuh dalam data keluarga untuk memetakan kemiskinan ekstrem dan salah satu sumbernya sebenarnya lansia," jelasnya.

Lebih lanjut, Hasto menerangkan, strategi ketahanan terhadap penuaan populasi sangat penting. Menurutnya, perlu penyederhanaan persoalan lansia agar solusi yang dihadirkan dapar berdampak optimal.

"Salah satunya adalah pengelompokan lansia berdasarkan kesehatan, memiliki modal, dan yang tidak. Itu treatmentnya berbeda," tambahnya.
Dia mengungkapkan, BKKBN memiliki banyak program pemberdayaan lansia seperti bina keluarga lansia dan sekolah lansia. Selain itu, praktik baik dari para lansia yang sukses membangun ketahanan keluarga perlu ditransformasikan lebih luas.

BKKBN menyatakan Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memperkirakan jika jumlah lansia di Indonesia akan mencapai 1,5 miliar juta jiwa pada tahun 2050 mendatang.

"Berdasarkan data WHO tahun 2022, jumlah lansia usia 60 tahun ke atas di Indonesia sebesar 10,8 persen atau sekitar 29,3 juta orang. Jumlah tersebut diproyeksikan akan berlipat ganda menjadi 1,5 miliar pada tahun 2050," kata Hasto Wardoyo.

Hasto menuturkan prediksi tersebut berpeluang besar menjadi nyata, karena persentase lansia selama 50 tahun terakhir meningkat dari 4,5 persen di tahun 1971 menjadi 10,8 persen di tahun 2022.

WHO melalui data Global Health Estimates (GHE) tahun 2019 dan data dari UN Population Division (2022) mengatakan angka harapan hidup lansia pada usia 60 tahun adalah 17,9 tahun, dengan usia harapan hidup sehat selama 13,4 tahun.

Kemudian menurut data BPS tahun 2021, angka tersebut diproyeksi akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai 19,9 persen pada tahun 2045.
Hasto menekankan diperlukan integrasi dan keterpaduan lintas sektor baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra kerja, lembaga swadaya masyarakat (LSM), perguruan tinggi, sektor swasta, serta partisipasi aktif masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas hidup lansia Indonesia.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Penampilan Karya Baleganjur Reng Roh di Pesta Kesenian Bali Berhasil Pukau Penonton

Hasil Pertandingan Piala Dunia Grup E: Akhiri Rentetan Kegagalan, Jerman Melaju ke Babak 32 Besar

62 Persen Jamaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Kemenhaj Ajak Tebar Manfaat dan Jaga Kemabruran

Jelang Laga Grup G Piala Dunia 2026, Belgia Vs Iran: Belgia Dihantui Kegagalan di Qatar

UNAND Kaji Sistem Parak Minangkabau, Solusi Kearifan Lokal Hadapi Perubahan Iklim Global

Spanyol Berburu Kemenangan Perdana, Arab Saudi Siap Hadirkan Kejutan di Piala Dunia 2026

Iran Kembali akan Tutup Selat Hormuz sebagai Protes Serangan Israel di Lebanon

Banyuwangi Luncurkan Oasis Wangi, Konsultasi Kesehatan Gratis 24 Jam via WhatsApp dengan Tenaga Medis

Bupati Karawang Protes Pemadaman Listrik Berjam-jam, Minta PLN Prioritaskan Industri dan Layanan Publik

Kelekak Durian Bangka Tengah Jadi Wisata Budaya, 2.000 Buah Durian Dinikmati Langsung di Kebun

Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Duel Bintang Musiala, Wirtz dan Amad Diallo Siap Memanas

Pemkab Situbondo Permudah Izin Investasi Hotel Bintang 4 di Kawasan Pesisir Kendit

Belanda Hancurkan Swedia 5-1, Cody Gakpo dan Brian Brobbey Menggila di Piala Dunia

Bupati Magelang Resmikan Wayang Relief di Borobudur, Inovasi Budaya Angkat Warisan Candi Jadi Karya Modern

SPMB Jabar Tahap 1 Ditutup, Ratusan Ribu Siswa Wajib Daftar Ulang di Sekolah Tujuan

Festival Kuliner Malam Glodok Diserbu Warga, UMKM Kebanjiran Pembeli dan Raup Untung

Amerika Serikat Lolos ke Babak Gugur, Brasil Tampil Meyakinkan di Piala Dunia 2026

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.