Jangan Memprovokasi Masyarakat, Kekhawatiran Indonesia Jadi Seperti Sri Lanka Terlalu Dibuat-buat
Selasa, 12 Jul 2022, 00:30 WIBJakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia (IPI) Burhanuddin Muhtadi menilai kekhawatiran sejumlah pihak terhadap kemungkinan Indonesia akan menghadapi situasi keamanan nasional yang bergejolak seperti Sri Lanka terlalu dibuat-buat.
"Kekhawatiran Indonesia akan menghadapi situasi seperti Sri Lanka itu terlalu dibuat-buat karena bagaimana pun belum ada indikasi yang menunjukkan Indonesia sebagai negara gagal," ujar Burhanuddin dalam acara Rilis Survei Indikator Politik Indonesia bertajuk "Evaluasi Publik terhadap Kinerja Pemerintah dalam Bidang Ekonomi, Politik, Penegakan Hukum, dan Pemberantasan Korupsi", sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Indikator Politik Indonesia, di Jakarta, Senin.
Penilaian yang dia sampaikan tersebut tidak terlepas dari survei Indikator Politik Indonesia pada 16 sampai 24 Juni 2022 yang menunjukkan adanya peningkatan penilaian baik dari responden terhadap kondisi keamanan nasional dibandingkan pada April 2022.
Sebelumnya pada April 2022, responden yang menilai baik kondisi keamanan nasional hanya mencapai 54,9 persen, namun pada Juni 2022 bertambah menjadi 61,3 persen.
Dia menyampaikan bahwa terdapat sejumlah pihak yang berperan dalam perbaikan situasi keamanan nasional di Tanah Air, di antaranya, Polri, TNI, dan yang paling utama adalah peran kondisi ekonomi nasional yang mengalami perbaikan.
"Ekonomi luar biasa menentukan terhadap stabilitas keamanan nasional. Demikian juga sebaliknya, kalau keamanan nasional tidak bisa dijaga, itu akan menyulitkan pemulihan ekonomi," ucap Burhanuddin.
Adapun rincian dari hasil survei Indikator Politik terkait kondisi keamanan nasional pada 16 sampai 24 Juni 2022 menunjukkan bahwa 61,3 persen responden menilainya baik, 27,7 persen menilai sedang, dan 10 persen responden menilai buruk.
Sementara pada April 2022, 54,9 persen responden menilai baik kondisi keamanan nasional , 29,9 persen menilai sedang, dan 14,4 persen menilai buruk.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Rayakan Idul Fitri 1447 H Bersama Titiek Soeharto dan Didit Hediprasetyo
-
Navam Maha Perahera, Prosesi Keagamaan Buddha Penuh Warna di Sri Lanka
-
Rekomendasi Acara Akhir Pekan di Jakarta, Ada Pameran INACRAFT hingga Pertandingan Futsal Indonesia vs Iran
-
Kakorlantas Ucapkan Belasungkawa bagi Personel Gugur saat Operasi Ketupat 2026
-
BMKG Prakirakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia pada Senin
-
Masyarakat Diminta Tak Terpancing Pencurian Modus Pocong yang Resahkan Wilayah Kulon Progo
-
Mendes Serukan Peningkatkan Solidaritas dan Berbagi saat Ramadan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.