Masyarakat Lokal Jangan Hanya Jadi Penonton

Jumat, 08 Jul 2022, 08:14 WIB

Menjamurnya bisnis agen travel di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak mengecilkan semangat Roni Jenamu mengembangkan usaha tenunnya. Dia tak ingin banting stir ke usaha travel.

Dengan tekadnya yang bulat, sarjana pendidikan, tamatan salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar, Sulawesi Selatan, itu mengembangkan usaha tenun yang telah dirintis Ibunya sejak 2004.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Usai tamat kuliah, dia mengajar di salah satu sekolah menengah pertama di Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Untuk sampai ke sana, dia harus menempuh perjalanan 2-3 jam dari Labuan Bajo, Ibu Kota Manggarai Barat, destinasi wisata superprioritas.

Sebagai pengajar, dia terilhami konsep kewirausahaan dari Kurikulum 2013. Dengan modal 500 ribu rupiah, dia bersama Ibu dan Bapaknya berhasil merangkul ibu-ibu pelaku kreatif dalam bentuk wadah (Pusat Kreatif Tenun Songke kelompok Dahlia) yang mempunyai keahlian dalam memulung benang menjadi sarung tenunan dengan kekhasan menggunakan pewarnaan alam.

Roni berpikir, pesatnya perkembangan bisnis wisata di Labuan Bajo harus juga dinikmati oleh masyarakat lokal, biar uangnya tidak balik lagi ke Monas (Jakarta). Orang lokal tak boleh hanya jadi penonton, harus bisa menikmati kue ekonomi dari pariwisata Labuan Bajo. Makanya, di samping mengajar dia "nyambi" mengurus usaha tenun di kampungnya, Desa Wae Mose.

Namun, pembentukan komunitas kecil ini bukan tanpa hambatan. Tantangan di awal pembentukan ekosistem yakni berupaya meyakinkan ibu-ibu penenun yang memiliki potensi menenun, tetapi masih harus fokus ke sektor pertanian. Ekosistemnya baru terbentuk setelah anggotanya menyadari efek ekonomi di balik usaha itu.

Tenun Songke sangat prospesktif, tetapi minimnya pengetahuan membuat usaha ini kurang berkembang karena masih berkutat dengan kebiasaan menenun sesuai pesanan. "Kami menyadari keterbataan itu, tetapi kami tak pasrah dengan keadaan. Saya berpikir untuk mencari peluang agar mendapat fasilitas dan peralatan yang memadai, niat saya terjawab melalui Bantuan Pemerintah pada 2017 melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Kelompok tenun kami difasilitasi Rumah Tenun dan Sarana berupa peralatan tenun," tuturnya pada Koran Jakarta, Kamis (7/7).

Inovasi Produk

Alhasil, inovasi pewarnaan alami dalam tenunan menuai hasil yang memuaskan, kolaborasi inovasi tanpa mengurangi aspek kearifan lokal. Motif yang ditampilkan dalam kain tenunan ialah Mata Manuk (Mata Ayam) dan Rempa Te'ke (Jari Tokek) yang mencerminkan kearifan lokal budaya Manggarai Barat.

Singkat cerita, usaha tenun Roni berkembang pesat. Penjualan ke berbagai kota, seperti Jakarta, Bali, Yogyakarta, dan beberapa kota lainnya, artinya produk tenunan (pewarnaan alami) sudah dikenal dan banyak peminat. Dia memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.