• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Yogurt Beku dan Es Krim, L...

Yogurt Beku dan Es Krim, Lebih Sehat Mana? Ini Kata Ahli Nutrisi

Minggu, 19 Jul 2026, 11:46 WIB

Sejak yogurt beku menjadi populer pada tahun 1970-an, yogurt ini dipromosikan sebagai alternatif yang lebih sehat daripada es krim.

Apakah yoghurt beku benar-benar lebih unggul secara nutrisi dibandingkan es krim? Atau hanya sekadar strategi pemasaran? Berikut pendapat para ahli nutrisi.

Ket. Foto: Yogurt Beku dan es krim — Sumber: PMF

Kandungan dalam Yogurt Beku

Berbeda dengan es krim –  yang menurut hukum federal AS harus mengandung setidaknya 10 persen lemak dan terbuat dari bahan-bahan susu yang dipasteurisasi seperti susu atau krim –  kandungan yogurt beku bisa sangat bervariasi, kata Scott A Rankin, seorang profesor ilmu pangan di Universitas Wisconsin-Madison.

Yogurt beku biasanya mengandung 3 persen hingga 4 persen lemak (atau kurang dalam versi tanpa lemak atau rendah lemak), kata Rankin, dan dibuat setidaknya dengan satu produk susu fermentasi, seperti yogurt atau susu kultur, bersama dengan gula dan perisa. Susu fermentasi mengandung mikroba hidup, yang mengubah gula menjadi asam laktat, memberikan rasa asam yang khas, kata Chris Loss, seorang dosen ilmu pangan di Cornell.

Seperti halnya sebagian besar es krim di Amerika Serikat, sebagian besar yogurt beku yang dijual di toko-toko dan gerai-gerai merupakan produk ultra-olahan. Produk ini sering kali mengandung pemanis (seperti sirup jagung atau dekstrosa), serta penstabil dan pengemulsi (seperti karagenan, guar gum, atau xanthan gum) yang membantu memberikan tekstur yang lembut dan mencegah pembentukan kristal es, kata Rankin.

Secara umum, makanan ultra-olahan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan kondisi kesehatan lainnya.

Apa Kata Penelitian?

Belum ada studi mendalam yang meneliti perbedaan kesehatan antara berbagai jenis makanan penutup tersebut, tetapi profil nutrisinya memberikan beberapa petunjuk.

Menurut Michelle Routhenstein, seorang ahli diet di New York City, yogurt beku biasanya memiliki kalori dan lemak jenuh yang lebih sedikit daripada es krim. Namun, menurut Loss, yogurt beku terkadang juga mengandung lebih banyak tambahan gula untuk menyeimbangkan rasa asam yogurt tersebut.

Meskipun yogurt beku memiliki kalori sedikit lebih rendah daripada es krim, kebanyakan orang menambahkan topping pada yogurt beku yang dengan mudah mengimbangi perbedaan tersebut, kata Julie Stefanski, seorang ahli gizi di York, Pennsylvania.

Banyak merek yogurt beku mencantumkan kultur hidup, termasuk bakteri bermanfaat, di antara bahan-bahannya. Beberapa penelitian terbatas menemukan bahwa mengonsumsi yogurt atau produk susu fermentasi lainnya yang mengandung kultur ini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan usus seperti mengurangi sakit perut, gas, dan sembelit, tetapi belum diketahui apakah manfaat tersebut berlaku untuk yogurt beku, kata Maria Marco, seorang profesor ilmu pangan di Universitas California, Davis.

Karena yogurt beku tidak diatur secara ketat, sulit untuk mengetahui berapa banyak kultur hidup yang terkandung dalam suatu produk, tambahnya. Segel "kultur hidup dan aktif" dari International Dairy Foods Association dapat membantu memverifikasi bahwa produk-produk tertentu yang dibeli di toko atau kedai yoghurt mengandung kadar yang signifikan, kata Marco.

Jadi, Mana Lebih Baik?

Menurut Routhenstein, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, yogurt beku dan es krim bisa masuk ke dalam diet sehat. Tidak ada yang lebih baik daripada yang lain, dan keduanya tidak dianggap sebagai makanan sehat, katanya. Namun, tambahnya, jika Anda mencari manfaat nutrisi dari yogurt, yogurt tawar adalah pilihan yang lebih baik.

Menurut Stefanski, seberapa banyak Anda makan dan apakah Anda menambahkan topping –  seperti potongan brownies atau remahan kue, misalnya –  mungkin lebih berpengaruh bagi kesehatan Anda daripada jenis makanan penutup yang Anda pilih.

Menurut Rankin, mengonsumsi yogurt beku (atau makanan penutup lainnya) juga tidak masalah untuk alasan selain kesehatan –  termasuk untuk kenikmatan, kenyamanan, atau alasan budaya.

Memilih pilihan yang lebih sehat terkadang juga berakibat buruk, kata Routhenstein. Jika Anda menginginkan es krim tetapi malah makan yogurt beku, katanya, Anda mungkin akan merasa tidak puas dan menginginkan lebih banyak lagi.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.