Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri
Senin, 24 Agu 2026, 08:20 WIBZANDVOORT â Lando Norris tampil gemilang untuk memenangkan Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort, Minggu (23/8). Pembalap McLaren itu mengamankan kemenangan beruntun dalam balapan yang berlangsung dramatis, termasuk kecelakaan besar yang menimpa pahlawan tuan rumah, Max Verstappen.
Norris yang memulai balapan dari pole position berhasil melewati pertarungan sengit dengan pemimpin klasemen Kimi Antonelli dan juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton. Ia akhirnya melintasi garis finis dengan keunggulan 11,54 detik atas Antonelli.
Kemenangan tersebut sekaligus melengkapi hat-trick McLaren di GP Belanda. Oscar Piastri menang tahun lalu, disusul Norris pada musim sebelumnya, dan kini Norris kembali menjadi yang tercepat di Zandvoort.
"Saya membuatnya menjadi sulit untuk diri sendiri hari ini, tetapi ini balapan yang bagus. Pertarungan yang luar biasa. Mungkin salah satu kemenangan terbaik saya," kata Norris.
"Kami harus benar-benar berjuang untuk mendapatkannya, tetapi kecepatannya sangat kuat. Saya mengelola semuanya dengan sangat baik hari ini. Saya sangat, sangat bahagia bisa memenangkan balapan terakhir di sini di Zandvoort."
Kemenangan tersebut menjadi semakin berarti bagi pembalap Inggris berusia 26 tahun itu karena ia sebelumnya juga memenangi GP Hungaria sebelum jeda musim panas.
George Russell melengkapi podium setelah berhasil menahan tekanan Hamilton pada lap-lap terakhir. Charles Leclerc membawa Ferrari finis di posisi kelima, sedangkan pembalap McLaren lainnya, Oscar Piastri, harus puas di urutan keenam.
Balapan di Zandvoort sudah menyajikan drama sejak lap pertama. Hujan deras sekitar satu jam sebelum start membuat trek masih dalam kondisi basah dan perlahan mengering. Para pembalap pun harus berhati-hati menghadapi perubahan grip.
Memasuki tikungan terakhir pada lap pertama, Verstappen kehilangan kendali atas mobil Red Bull-nya. Mobilnya menghantam dinding sebelum meluncur kembali melintasi lintasan, memaksa sejumlah pembalap lain melakukan manuver menghindar.
Puluhan ribu suporter Belanda yang mengenakan atribut oranye sempat terdiam.
Namun, Verstappen segera mengabarkan kepada tim bahwa dirinya tidak mengalami cedera. Ia kemudian keluar sendiri dari mobil. Balapan dihentikan sementara dan baru dilanjutkan lebih dari 30 menit kemudian.
Saat restart, Antonelli menunjukkan reaksi lebih cepat daripada Norris. Pembalap Mercedes itu berhasil melewati Norris di tikungan pertama dan kemudian memimpin balapan selama sebagian besar lomba.
Antonelli mampu mempertahankan posisi terdepan hingga lap ke-54. Namun, Norris akhirnya melakukan manuver spektakuler untuk menyalip pembalap Italia tersebut.
Setelah mengambil alih posisi pertama, Norris tidak lagi mendapatkan tekanan berarti hingga bendera finis berkibar.
Di belakangnya, perhatian beralih kepada duel sesama pembalap Mercedes. Hamilton memberikan tekanan keras kepada Russell dalam perebutan posisi podium, tetapi Russell mampu bertahan dan finis ketiga.
Meski gagal meraih kemenangan, Antonelli tetap memimpin klasemen pembalap dengan keunggulan 59 poin atas para rivalnya, Hamilton dan Russell.
Namun, posisi pembalap Italia berusia 19 tahun itu akan menghadapi tantangan berat pada balapan berikutnya di Monza.
Antonelli dijatuhi penalti turun 10 posisi di grid setelah Mercedes harus melakukan penggantian mesin.
"Saya tidak mendapatkan feeling yang bagus dengan mobil. Mobil terlalu banyak mengalami sliding secara keseluruhan," kata Antonelli, yang akan berusia 20 tahun pekan depan.
Antonelli memang tampil luar biasa pada paruh pertama musim. Ia memenangi enam balapan, termasuk catatan impresif lima kemenangan Grand Prix secara beruntun.
Namun, persaingan mulai berubah. McLaren melakukan sejumlah peningkatan pada mobil mereka dan kini kembali menjadi ancaman serius dalam perebutan kemenangan.
"Sekarang sebagai tim, kami perlu menemukan sedikit waktu karena McLaren telah membuat langkah besar. Jadi, kami harus terus mendorong," ujar Antonelli.
Kemenangan Norris semakin mempertegas kebangkitan McLaren dalam persaingan musim ini.
GP Belanda kali ini juga menjadi balapan terakhir di Zandvoort. Penyelenggara memutuskan tidak melanjutkan balapan di sirkuit tersebut karena alasan finansial.
Keputusan itu disesalkan para pembalap maupun penggemar. Zandvoort memiliki karakteristik unik dengan tikungan-tikungan miring yang curam dan menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi para pembalap Formula 1.
Atmosfer balapan juga menjadi salah satu daya tarik terbesar. Tribun dipenuhi lautan suporter berpakaian oranye yang menciptakan suasana pesta sepanjang akhir pekan.
"Sayang sekali ini menjadi balapan terakhir di sini. Sirkuitnya luar biasa, penggemarnya juga luar biasa. Semoga kami bisa kembali ke Zandvoort karena balapan ini layak ada di kalender," kata Antonelli sebelum balapan.
Erik Romijn, warga Zandvoort berusia 54 tahun, turut mengungkapkan kebanggaannya terhadap kota kecil tersebut.
Menurutnya, Zandvoort yang hanya berpenduduk sekitar 15.000 orang mampu menyambut hingga 100.000 pengunjung setiap tahun dan menciptakan atmosfer yang luar biasa. "Seluruh dunia melihat bahwa kami bisa menciptakan pesta besar," kata Romijn.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
KAI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
-
HUT Ke-24 Nagan Raya Berlangsung Meriah, 1.042 Pelajar SMP Tampil di Karnaval Budaya.
-
Jadi Korporasi Agroindustri Berdaya Saing Global, Berikut Arahan Abdul Rivai Ras Menuju Transformasi PTPN I
-
Perkuat Transparansi! Ditjen Polpum Evaluasi Kinerja TW II
-
Presiden Trump Ingin AS Kembali Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.