Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenaikan Bunga Acuan 50 Bps pada Maret Tak Akan Menarik

📅 Kamis, 10 Feb 2022, 16:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kenaikan Bunga Acuan 50 Bps pada Maret Tak Akan Menarik Doc: ANTARA/ REUTERS/ Marc Jones
Ket. Foto Dokumen: Presiden Cleveland Federal Reserve Bank Loretta Mester berbicara di London, Inggris, 2 Juli 2019.

Washington - Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) harus bergerak lebih cepat daripada sebelumnya untuk menghapus akomodasi dan menjinakkan inflasi yang jauh di atas target. Namun, The Fed tak perlu memulai kenaikan suku bunga acuan (FFR) dengan kenaikan setengah poin (50 basis poin/ bps) pada Maret mendatang.

Demikian disampaikan Presiden The Fed Bank Cleveland, Loretta Mester, Rabu (9/2). Dia menambahkan inflasi dapat mereda hingga di atas 2,0 persen akhir tahun ini, karena beberapa kendala pasokan teratasi dan bank sentral AS menghapus beberapa dukungan yang diberikannya kepada perekonomian selama pandemi virus korona.

"Saya tidak suka mengambil apa pun dari meja," kata Mester selama acara virtual yang diselenggarakan oleh European Economics and Financial Centre (Pusat Ekonomi dan Keuangan Eropa). "Tapi, Anda tahu, saya tidak berpikir ada kasus yang menarik untuk memulai dengan kenaikan suku bunga 50 basis poin".

Mester, yang memiliki suara tahun ini pada keputusan kebijakan moneter, mengatakan kenaikan suku bunga akan "bermain" pada setiap pertemuan Fed dan kenaikan di masa depan setelah pertemuan 15-16 Maret akan tergantung pada kekuatan inflasi dan seberapa moderatnya atau bertahan.

Mengacu pada neraca The Fed, Mester mengatakan bank sentral perlu bergerak lebih cepat untuk mengurangi portofolionya yang hampir 9 triliun dolar AS daripada sebelumnya, dan mungkin perlu mempertimbangkan untuk menjual beberapa sekuritas berbasis hipotek.

The Fed mengatakan bulan lalu bahwa mereka ingin mengambil pendekatan pasif terutama untuk menyusutkan portofolionya. Tetapi Mester mengatakan mungkin perlu menjual beberapa kepemilikan hipotek untuk memenuhi tujuannya memiliki portofolio yang berinvestasi terutama di sekuritas obligasi pemerintah dalam jangka panjang.

"Saya akan mendukung penjualan beberapa sekuritas berbasis hipotek kami di beberapa titik selama periode pengurangan untuk mempercepat konversi komposisi portofolio kami menjadi obligasi pemerintah," kata Mester.

Penjualan aset tidak serta merta menjadi langkah pertama bagi The Fed, melainkan sesuatu yang perlu dipertimbangkan nanti untuk kepemilikan hipotek karena sekuritas obligasi pemerintah dalam portofolio memiliki durasi yang lebih pendek dan cenderung keluar dari neraca dengan cepat, katanya kepada wartawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.