Dosen Berpeluang Besar Tingkatkan Kualitas Riset
Jumat, 10 Des 2021, 14:17 WIBJAKARTA - Dosen berpeluang besar meningkatkan kualitas riset. Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka membuat dosen dapat melakukan riset dan memperdalam ilmu di luar kampus. Demikian disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, dalam Seminar World Class Professor (WCP) 2021, di Jakarta, Kamis (9/12).
"Kebijakan ini bukan hanya untuk mahasiswa, tapi juga dosen dan institusi perguruan tinggi," ujarnya. Dia memastikan, MBKM membuat sistem akreditasi lebih mendukung aktivitas riset bagi dosen.
Dia menerangkan, salah satu sumber masalah sistem perguruan tinggi yaitu belum bisa mendukung dosen mengaktualisasikan diri sesuai tri darma perguruan tinggi. Selain itu, akreditasi juga didasarkan pada kepatuhan administrasi, bukan penilaian objektif terhadap kualitas kampus.
"Akreditasi sekarang lebih mengedepankan progres dan capaian perguruan tinggi. Ditambah lagi dengan adanya WCP ini, dosen lebih bisa mempunyai peluang besar untuk meningkatkan kualitas risetnya," jelasnya.
Dukungan
Lebih jauh, Nadiem menyebut, pihaknya beserta Lembaga Pembiayaan Dana Pendidikan (LPDP) mendukung dosen membangun jejaring internasional. Dengan begitu, para dosen dapat menjadi agen perubahan mendukung akselerasi peningkatan SDM Indonesia.
Dia menambahkan, aktivitas riset dan pengembangan kurikulum harus lebih berorientasi pada dunia usaha dan dunia industri. (DUDI). Hal ini akan membantu perguruan tinggi di Indonesia untuk mendapatkan akreditasi internasional sertameningkatkan peringkat kampus di global.
Sementara itu, Plt. Dirjen Diktiristek, Kemendikbudristek, Nizam, mengatakan, publikasi jurnal internasional di Indonesia mencapai 50 ribu pada tahun 2021. Angka tersebut meningkat di tengah minimnya pendanaan untuk penelitian.
"Dana penelitian sebanyak 70 persen lebih masih dari pemerintah. Dari swasta itu, belum sampai 30 persen," katanya.
Dia menuturkan, prioritas pemerintah saat ini salah satunya mendongkrak pendanaan riset dari dunia industri swasta. Beberapa upaya untuk menarik pendanaan dari dunia industri adalah melalui kebijakan super tax deduction dan program matching fund.
"Tentu ini sangat menarik. Ini juga yang dilakukan oleh Singapura. Kedua, melalui matching fund. Jadi, betul-betul kita ingin mobilisasi pendanaan dari DUDI untuk riset dan pengembangan," katanya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi
-
Abu Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta, BNPB Kerahkan OMC untuk Datangkan Hujan
-
Jabar Permak 22 Hektare Kebun Teh, Ciater-Pangalengan Siap Bangkit
-
Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
-
Setelah Anak Krakatau, Gunung Semeru Erupsi Lagi! Kolom Letusan Menjulang 1.000 Meter
-
Harpelnas 2026, GASPOL Pertamina Lubricants Digelar untuk Pengemudi Maxim
-
IHCBS 2026 Bidik Produktivitas SDM Berbasis AI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.