Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perburuan Membuat Gajah Semakin Kritis

📅 Senin, 04 Okt 2021, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perburuan Membuat Gajah Semakin Kritis Doc: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww
Ket. Personel kepolisian Polres Aceh Jaya menata barang bukti kerangka Gajah Sumatera saat konferensi pers di Mapolres Aceh Jaya, Aceh, Rabu (15/9/2021).

MAKASSAR - Kondisi gajah Indonesia semakin rentan karena terus diburu, termasuk di kawasan konservasi. Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia, Rahmawati, di Makassar, Minggu (3/10).

Ungkapan tersebut berkaitan dengan Hari Satwa Sedunia (HSS) yang jatuh hari ini, Senin (4/10). Sikap dan aksi keprihatinan atas ancaman kepunahan gajah Indonesia mewarnai peringatan HSS. "Peringatan

Hari Satwa Sedunia pada 4 Oktober memunculkan catatan kritis tentang gajah yang semakin rentan karena perburuan liar di dalam kawasan konservasi," tandasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Rahmawati mengatakan, jurnalis harus senantiasa mengampanyekan pentingnya melindungi satwa. Apalagi yang berada di ambang kepunahan seperti gajah, harimau, anoa, dan burung cendrawasih. Selain itu, terus mendorong pengambil kebijakan dan aparat keamanan untuk menindak tegas para pemburu. Mereka juga merusak lingkungan. Hal ini mengancam habitat dan kehidupan satwa.

Berdasarkan data Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, dari hasil survei DNA populasi gajah pada tahun 2010 yang dilakukan Wildlife Conservation Society secara keseluruhan tinggal 247 ekor gajah.

Namun, pendataan tahun 2020 menggunakan GPS collar, pemantauan Elephant Response Unit, tercatat gajah tinggal 180 ekor. Sisanya tidak terpantau.

Sementara itu, pada tahun lalu, Balai Way Kambas mencatat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ada 22 ekor gajah dibunuh pemburu liar. Mereka mati tanpa gading dan gigi. Bahkan, kontak senjata masih terjadi antara polisi hutan dan pelaku perburuan liar.

Terkait kondisi tersebut, Kepala Balai TNWK, Kuswandono mengatakan, dari hasil evaluasi semester pertama tahun ini ditemukan banyak alat perburuan. Di antaranya, jaring kabut, jerat nilon, jerat seling, dan perangkap kandang. "Temuan peralatan tersebut membuktikan perburuhan masih terus berlangsung. Ini harus dihentikan," tandas Kuswandono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.