Presiden UEFA Ancam Boikot Piala Dunia Bila Digelar Dua Tahunan

Jumat, 10 Sep 2021, 13:45 WIB

NYON - Presiden Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Aleksander Ceferin memperingatkan adanya potensi boikot dari Eropa terhadap Piala Dunia bila FIFA memutuskan untuk menggelar turnamen tersebut setiap dua tahun sekali.

FIFA sedang melakukan peninjauan kalender pertandingan internasional, yang dipimpin oleh mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger yang mengusulkan agar turnamen besar diselenggarakan setiap tahun.

Ket. Foto: Aleksander Ceferin — Sumber: uefa.com

Berdasarkan proposal itu, Piala Dunia akan dirotasi dengan turnamen kontinental seperti Piala Eropa dan dimainkan setiap tahun kedua, bukan setiap empat tahun sekali.

"Kami dapat memutuskan untuk tidak bermain di dalamnya," ujar Ceferin kepada surat kabar The Times yang dikutip Reuters.

"Sejauh yang saya tahu, Amerika Selatan juga tidak setuju. Jadi semoga beruntung dengan Piala Dunia seperti itu."

"Saya pikir itu tidak akan pernah terjadi karena sangat bertentangan dengan prinsip dasar sepak bola."

"Untuk bermain turnamen setiap musim panas selama satu bulan, para pemain akan kelelahan. Bila (Piala Dunia) digelar setiap dua tahun maka bentrok dengan Piala Dunia wanita, dengan turnamen sepak bola Olimpiade," tambah Ceferin.

"Justru karena setiap empat tahun menjadikannya istimewa, tunggu saja, ini seperti Olimpiade, ini acara besar. Saya tidak melihat federasi kami mendukung itu."

Ceferin menekankan agar FIFA untuk sadar dan menolak gagasan tersebut. "Saya berharap mereka (FIFA) akan sadar, karena saya tidak melihat pendekatan yang tepat kecuali berbicara dengan konfederasi."

"Mereka tidak datang, mereka tidak menelepon, saya tidak mendapat surat atau apa. Saya hanya membacanya di media."

Ceferin mengatakan dia juga tidak tertarik dengan usulan Piala Eropa UEFA diadakan setiap dua tahun, bukan empat tahun.

"Ini mungkin bagus untuk UEFA secara finansial, tetapi masalahnya adalah kami akan membunuh sepak bola seperti itu. Kami membunuh para pemain. Saya tidak melihat klub membiarkan para pemain pergi dan itu akan memecah belah kami sepenuhnya," tambahnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Pangeran Harry dan Meghan akan Pindah Lagi ke Inggris

Jangan Sampai Terlewat! SIM Keliling Tersedia di 5 Lokasi Jakarta Hari Ini

Misteri Tiga Nelayan Hilang di Pantai Paseban, Tim SAR Jember Perluas Pencarian

Gerakan RAMAH Kembangkan Nilai Ekonomi Sampah Plastik di Kota Bima

Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas

Dari Anjing Robot hingga Robot Pembantu, Tiongkok Pamerkan Ambisi Robotikanya di Konferensi Dunia

Mengagetkan! Ada Apa Tiba-tiba Trump Ingin Bertemu Pemimpin Korut Sebelum Akhir Tahun

Pemerintah Kota Makassar Bangun Jalan yang Puluhan Tahun Sulit Diakses Warga

Andrea Bocelli Siap Gelar Konser "Romanza 30th Anniversary World Tour" di Indonesia

QRIS Makin Diminati! BI Sulut Catat Transaksi Capai Rp3,85 Triliun

Kepala Intelijen Ekuador dan 5 Warga Amerika Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Kenya

NTT Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,7 pada Rabu Malam

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk ke-3 Setelah Kinshasa Kongo dan Kuching Malaysia

Muara Enim Coba Atur Hasil Audit BPK

Pertamina Jaga Ekosistem Laut dengan Tanam Fragmen Terumbu Karang di Perairan Sulawesi

Rakyat Bogor Bersiap-siaplah Melamar Kerja, Ada 1.200 Lowongan yang Menunggu Kehadiranmu

Kabar Baik Pemilik Kendaraan! Samsat Keliling Mangkal di 14 Wilayah Jadetabek

India Siap Jajaki Kerja Sama Sektor Nuklir dengan Indonesia

173 Rumah Ibadah di NTT Rusak Akibat Gempa Bumi

Daerah Mulai Bereaksi Atas Keputusan Terkait Kenaikan Status Guru PPPK, Cilegon Mendukung

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.