Gerakan RAMAH Kembangkan Nilai Ekonomi Sampah Plastik di Kota Bima

Kamis, 20 Agu 2026, 08:45 WIB

KOTA BIMA – Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, mendorong pemanfaatan sampah plastik bernilai ekonomi melalui Gerakan Rabu Amal Sampah (RAMAH) sebagai upaya mengurangi timbulnya sampah sekaligus meningkatkan nilai tambah dari sampah yang dikumpulkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima, Syahrial Nuryadin, mengatakan gerakan tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan masyarakat memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Ket. Foto: Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima Syahrial Nuryadin (tengah) mengikuti Gerakan Rabu Amal Sampah (RAMAH) dengan mengumpulkan sampah plastik di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu (20/8/2026), sebagai upaya mendorong kebiasaan memilah sampah dan meningkatkan nilai ekonomi sampah. — Sumber: ANTARA

“Gerakan ini tidak sekadar mengumpulkan sampah plastik, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah,” ujarnya, Rabu (19/8).

Pada pelaksanaan RAMAH pekan ini, DLH Kota Bima berhasil mengumpulkan sekitar 15 kilogram sampah botol plastik. Sampah yang terkumpul selanjutnya dikelola melalui mekanisme pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomis.

Syahrial mengatakan pemilahan sampah perlu dilakukan sejak dari rumah maupun lingkungan kerja dengan memisahkan botol plastik dan sampah bernilai ekonomi lainnya sebelum dibawa ke tempat pengumpulan.

Menurut dia, pemanfaatan sampah bernilai ekonomi tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat penyimpanan akhir, tetapi juga membuka peluang pengelolaan sampah sebagai sumber nilai.

Gerakan RAMAH merupakan tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Bima Nomor 100.3.4/120/IV/2026 tentang Gerakan Rabu Amal Sampah Plastik yang mendorong ASN dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bima mengumpulkan sampah plastik bernilai ekonomis setiap Rabu.

DLH Kota Bima mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan meningkatkan partisipasi serta melaksanakan gerakan-gerakan tersebut secara konsisten.

Syahrial mengatakan keterlibatan berbagai perangkat daerah penting untuk menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan bersama, bukan hanya kegiatan yang dilakukan oleh DLH.

“Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab DLH. Butuh kolaborasi seluruh perangkat daerah agar kebiasaan memilah sampah dapat tumbuh menjadi budaya,” katanya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bima memperkuat pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Pemerintah daerah sebelumnya mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, penguatan bank sampah, serta pengembangan fasilitas pengolahan sampah untuk meningkatkan pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomi.

Data DLH Kota Bima menunjukkan Gerakan RAMAH terus berkembang. Hingga Juli 2026, program tersebut telah mengumpulkan 171,93 kilogram sampah botol plastik, yang disetorkan secara berkala ke Bank Sampah Induk Karaso Rasa.

Syahrial berharap partisipasi masyarakat dan aparatur pemerintah terus meningkat sehingga sampah plastik yang sebelumnya menjadi beban lingkungan dapat dikelola menjadi material yang memiliki nilai ekonomi.

“Gerakan ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan bersama. Memilah sampah dari rumah dan membawa sampah plastik ke tempat pengumpulan merupakan langkah sederhana yang memberi manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Melalui Gerakan RAMAH, Pemerintah Kota Bima bertujuan mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus mendorong terbentuknya sistem pemanfaatan sampah yang lebih berkelanjutan dan memberikan nilai plus bagi perekonomian.

  • Pemkot Bima
  • gerakan ramah

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

El Nino Mengganas, Honduras Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro

Kemenag Satukan Guru Lintas Agama dalam Konfederasi Profesi Guru 2026–2030.

Namanya Mirip, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix terkait Pelanggaran Merek Dagang "Kpop Demon Hunters"

Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Tempat Perawatan Pesawat Tempur TNI AU.

Harga Emas Antam Naik Rp80.000 Menjadi Rp2,725 Juta/Gr pada Kamis

Bantu Korban Gempa NTT, PMI DKI Jakarta Kirim Tim Medis ke Wilayah Terdampak

HUT ke-81 Jawa Barat, Sejarah Berdirinya Jabar Dibacakan dengan Lima Dialek Sunda.

Disperindag Kabupaten Lebak: Pasokan Melimpah, Harga Komoditas Cabai dan Bawang Turun 

Harga Cabai Rawit Rp52.750/Kg, Telur Ayam Rp22.650/Kg

Cegah Tawuran, Pemkot Jaksel Ngajak "Ngopi Cetar" di Kantor Wali Kotaa

Emas Antam Makin Mahal! Harga Hari Ini Meroket Rp80.000 per Gram Jadi Rp2,725 Juta/Gram

Harga Cabai Rawit Tembus Rp52.750/Kg, Telur Ayam Rp22.650: Cek Harga Pangan Terbaru!

Menhub Tegaskan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran

Pangeran Harry dan Meghan akan Pindah Lagi ke Inggris

Jangan Sampai Terlewat! SIM Keliling Tersedia di 5 Lokasi Jakarta Hari Ini

Misteri Tiga Nelayan Hilang di Pantai Paseban, Tim SAR Jember Perluas Pencarian

Gerakan RAMAH Kembangkan Nilai Ekonomi Sampah Plastik di Kota Bima

Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas

Dari Anjing Robot hingga Robot Pembantu, Tiongkok Pamerkan Ambisi Robotikanya di Konferensi Dunia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.