IQAir: Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk ke-3 Setelah Kinshasa Kongo dan Kuching Malaysia

Kamis, 20 Agu 2026, 08:10 WIB

JAKARTA - Kualitas udara Jakarta pada Kamis (20/8) pagi pukul 06.00 WIB berada di peringkat ketiga terburuk di dunia, setelah Kinshasa Kongo dan Kuching Malaysia , menurut data situs pemantau kualitas udara IQAir.

Indeks kualitas udara (AQI) ibu kota Jakarta berada di angka 162, sehingga masuk ke dalam kategori tidak sehat. Masyarakat pun dianjurkan agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Ket. Foto: Udara di kawaasan Monas Jakarta Pusat diselimuti kabut asap polusi. — Sumber: ANTARA

Kota dengan kualitas udara terburuk di dunia urutan pertama, yaitu Kinshasa (Kongo) dengan indeks kualitas udara di angka 208, kemudian Kuching (Malaysia) pada urutan kedua dengan indeks kualitas udara di angka 199.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan tiga strategi utama untuk memperbaiki kualitas udara di ibu kota.

Strategi pertama, yakni memperluas jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, di antaranya rute Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, dan Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

Kedua, yaitu menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030, mengingat saat ini, sektor transportasi menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan Pemprov DKI. Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan aturan terkait pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Strategi ketiga, yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah RefusedDerivedFuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.