Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asyik, Ayo Berlibur Sambil Makan Kelengkeng di Pengilon Edupark Temanggung

5 Minggu, 22 Agu 2021, 14:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asyik, Ayo Berlibur Sambil Makan Kelengkeng di Pengilon Edupark Temanggung Asyik, Ayo Berlibur Sambil Makan Kelengkeng di Pengilon Edupark Temanggung Doc: ANTARA/Heru Suyitno
Ket. Eko Budi Hartono berada di lahan Pengilon Edupark yang kini ditanami kelengkeng new crystal.

Temanggung - Pengilon Edupark di Desa Pengilon, Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, merintis wisata perkebunan dengan tanaman kelengkeng jenis new crystal.

Pemilik Pengilon Edupark Eko Budi Hartono di Temanggung, Minggu, mengatakan dari luas lahan Pengilon Edupark 3,9 hektare, sekitar 1,5 hektare di antaranya kini ditanami kelengkeng.

"Ada sekitar 450 pohon kelengkeng yang sudah ditanam di Pengilon Eudupark, diperkirakan dalam satu tahun ke depan sudah mulai berbuah," katanya.

Eko menuturkan pihaknya mililih tanaman kelengkeng jenis new crystal kerena harganya lebih tinggi dibanding jenis kelengkeng yang lain. Kelengkeng new crystal bisa mencapai Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

"Selain secara ekonomi lebih menjanjikan, tanamam kelengkeng juga bisa sebagai tanaman konservasi," katanya.

Ia mengakui komoditas unggulan di Kabupaten Temanggung selama ini adalah tembakau, kopi, dan fanili, tetapi pihaknya ingin mencari terobosan dengan merintis wisata perkebunan kelengkeng tersebut.

"Kami mencari terobosan dengan membuat suatu kawasan wisata perkebunan. Kami sangat yakin ke depan dengan potensi yang ada ini, Temanggung akan bisa maju," katanya.

Dalam mengembangkan tempat wisata perkebunan tersebut pihaknya menggandeng investor.

Eko yang juga penasihat Mountain Hub Kabupaten Temanggung ini menyampaikan pihaknya ingin mengembangkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Temanggung agar bisa sejajar dengan daerah lain seperti Wonosobo dan Magelang.

"Temanggung ini potensi keindahan alamnya luar biasa, tinggal pengelolaannya. Kalau dikelola secara parsial atau sendiri-sendiri sangat sulit, maka harus secara komunal atau bersama-sama. Kami ingin menggali potensi ekonomi dari wisata karena wisata ini dampaknya sangat luas, seperti kerajinan, seni budaya dan lainnya akan ikut berkembang," katanya.

Menurut dia kegiatan tersebut akan dikemas melalui Mountain Hub yang merupakan perkumpulan dari para pelaku wisata tidak hanya yang memiliki tempat wisata saja, tetapi juga termasuk UMKM, seni budaya, pendidikan, dan sebagainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.