Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Usai Pengunduran Diri, Muhyiddin Akan Tetap Sebagai PM Malaysia Sementara Sampai Penggantinya Ditunjuk

📅 Senin, 16 Agu 2021, 15:31 WIB | Oleh:

Sementara Pakatan Harapan (PH) pimpinan oposisi Anwar Ibrahim memiliki 88 anggota parlemen, sebagian besar anggota parlemen di luar koalisi menentang kepemimpinannya atau terikat oleh resolusi UMNO awal tahun ini untuk tidak bekerja sama dengannya atau Partai Aksi Demokratik (DAP) komponen terbesar di PH.

Dari 120 anggota parlemen yang menentang kepemimpinan Muhyiddin, 15 berada di kubu presiden UMNO Zahid Hamidi dan 17 lainnya di berbagai partai yang sebagian besar setia kepada mantan perdana menteri Mahathir Mohamad.

Wakil presiden UMNO Ismail Sabri Yaakob telah mencoba meyakinkan rekan-rekan PN-nya untuk mendukungnya demi kelancaran transisi, dengan sumber-sumber mengindikasikan dia akan menawarkan perannya sebagai wakil perdana menteri kepada Bersatu. Jika dia mampu meyakinkan kubu Zahid, maka mayoritasnya akan dikembalikan sebagai pemerintahan dengan 115 anggota parlemen.

Namun tampaknya Zahid menolak untuk mendukung calon penantang kepemimpinan partai.

Presiden Kongres India Malaysia Vigneswaran Sanasee, yang partainya merupakan bagian dari koalisi Barisan Nasional yang dipimpin oleh Umno, telah meminta Zahid untuk mendukung Datuk Seri Ismail karena "hanya Ismail Sabri yang mendapatkan angka".

"Tidak ada mayoritas kecuali Anda mendapatkan 200 anggota parlemen lagi yang datang dari Mars," katanya seperti dikutip oleh Malaysiakini.

Meskipun demikian, anggota parlemen terlama di Malaysia Tengku Razaleigh Hamzah juga dipertimbangkan sebagai alternatif, karena pendukung UMNO dipandang sebagai kompromi antara pemerintah saat ini dan bangku oposisi.

Ketua Pemuda UMNO Asyraf Wajdi Dusuki telah menyerukan pemimpin yang "tidak kontroversial, tidak mengancam" tanpa tujuan jangka panjang untuk memimpin pemerintahan persatuan dengan "Kabinet Perang" yang akan menyerukan pemilihan setelah kekebalan dari Covid -19 tercapai.

Ini secara luas dilihat sebagai dukungan bagi mantan menteri keuangan Razaleigh, 84, karena Pangeran Kelantan tidak terlihat mampu mengambil alih UMNO dari kepemimpinannya saat ini.

Opsi yang terbuka bagi Raja adalah membubarkan Parlemen, tetapi dengan pemungutan suara yang diperlukan dalam waktu 60 hari, ini akan memaksa sebuah negara dalam pergolakan gelombang Covid-19 yang paling mematikan untuk menuju ke pemungutan suara dan berisiko terulangnya lonjakan setelah negara bagian Sabah. pemilu tahun lalu dimana Malaysia tidak pernah pulih sepenuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.