Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Pertanyakan Kenaikkan Iuran Peserta Kelas 3 BPJS Kesehatan

📅 Selasa, 21 Jan 2020, 06:00 WIB | Oleh:
DPR Pertanyakan Kenaikkan Iuran Peserta Kelas 3 BPJS Kesehatan Doc: istimewa

Pemerintah dinilai mengabaikan rekomendasi dewan karena tetap menaikkan iuran JKN untuk peserta kelas 3.

JAKARTA - Komisi IX DPR mempertanyakan kebijakan pemerintah yang tetap menaikkan iuran peserta BPJS Kesehatan, termasuk untuk peserta kelas 3 kategori pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja. Sebab, dalam rapat kerja sebelumnya disepakati pemerintah tidak menaikkan iuran peserta kelas tiga BPJS Kesehatan kategori pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja.

Sementara itu, kekurangan anggaran akan diambilkan dari kelebihan iuran peserta lainnya termasuk dari penerima bantuan iuran (PBI).

"Saya melihat pemerintah menganggap gampang bicara dengan kita (DPR). Secara lembaga DPR sudah runtuh karena pemerintah tetap menaikkan iuran BPJS Kesehatan," kata anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay, saat rapat kerja Komisi IX DPR bersama Menteri Kesehatan dan BPJS Kesehatan, di Jakarta, Senin (20/1).

Saleh mengatakan dalam kesimpulan paparan yang disiapkan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, untuk disampaikan dalam rapat kerja tersebut disebutkan pemerintah belum bisa memberikan solusi terkait defisit BPJS Kesehatan selain menaikkan iuran peserta.

Terkait dengan pernyataan menteri kesehatan tersebut, beberapa anggota Komisi IX DPR mengancam menghentikan rapat kerja bersama Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris karena menilai pemerintah mengabaikan rekomendasi dewan dengan tetap menaikkan iuran JKN, terutama untuk peserta kelas 3 kategori pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja.

"Kesimpulan paparan Menteri Kesehatan yang sudah disampaikan belum bisa memberikan solusi defisit JKN selain menaikkan iuran. Lalu buat apa kita bicara lagi di sini?" kata Daulay.

KSPI Otimistis

Sementara itu, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengaku tetap optimistis bahwa Presiden Jokowi akan meninjau ulang iuran BPJS Kesehatan karena dinilai memberatkan kaum buruh serta masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

"Kami punya keyakinan Presiden dan pemerintahannya akan meninjau ulang iuran BPJS Kesehatan kelas tiga agar tidak dinaikkan," kata dia.

Dalam kesempatan itu, tokoh pergerakan kaum buruh tersebut juga mempertanyakan kenapa iuran BPJS Kesehatan kelas tiga tetap naik. Padahal, sebelumnya DPR memandang iuran kesehatan tidak perlu dinaikkan.

Pria yang menjadi anggota tim perumus Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Pengaduan Perburuhan itu menilai naiknya iuran BPJS Kesehatan kelas tiga seakan telah membohongi DPR RI.

"Hanya satu, sudah ada komitmen dengan DPR lalu kenapa dibohongi yang seharusnya iuran BPJS Kesehatan kelas tiga tidak naik," katanya.

Oleh karena itu, ia menyatakan KSPI dan kaum buruh menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan karena memberatkan kalangan menengah ke bawah terutama kelas tiga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Momen Haru HUT RI di Bern, ...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.