Menikmati Kudapan Kebab
📅 Senin, 24 Jun 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
Kebab masuk katagori penganan cepat saji. Sajiannya terdiri atas daging sapi yang dipanggang seperti satai kemudian diiris-iris ditambah dengan sayuran segar dan mayones, lalu dibalut dengan kulit tortila.
Mendengar kata Kebab, pikiran kita pasti menuju negara-negara di jazirah Arab. Pendapat itu tidak salah. Memang, kudapan ini menurut sejarahnya berasal dari Turki, Eropa. Namun ada juga yang mengatakan dari Arab yang dikenal dengan Kabbeh.
Kudapan ini masuk katagori penganan cepat saji. Sajiannya terdiri atas daging sapi yang dipanggang seperti satai kemudian diiris-iris ditambah dengan sayuran segar dan mayones, lalu dibalut dengan kulit tortila.
Hidangan ini umum dijumpai dalam masakan Laut Tengah, masakan Kaukasus, masakan Asia Tengah, masakan Asia Selatan, masakan Asia Tenggara, dan masakan beberapa negara Afrika.
Daging yang umum dipakai untuk kebab adalah daging domba dan daging sapi, atau kadang-kadang daging kambing, daging ayam, ikan, atau kerang. Kebab daging babi dikenal dalam masakan Azerbaijan, Bulgaria, Siprus, Yunani, dan negara bagian Goa di India.
Secara umum kebab berasal dari bahasa Arab: kabab, yang awalnya berarti daging goreng, bukan daging panggang atau bakar. Kata kabab kemungkinan berasal dari bahasa Aram, kabbaba yang mungkin berasal dari bahasa Akkadia: kab bu yang berarti "bakar atau panggang".
Pada abad ke-14, kebab menjadi sinonim dengan tabahajah, hidangan berupa potongan daging goreng dalam bahasa Persia. Dalam buku-buku berbahasa Turki, istilah kebab sering dipakai untuk bola-bola daging yang dibuat dari daging ayam atau daging domba cincang.

Istilah kebab baru berarti hidangan daging panggang (shish kebab) sejak zaman Kesultanan Utsmaniyah, tetapi masih ada istilah lain yang lebih kuno untuk daging panggang, yakni shiwa` asal bahasa Arab.
Walaupun demikian, kebab masih dipakai dalam pengertian aslinya dalam berbagai hidangan seperti semur, misalnya tas kebab (kebab dalam mangkuk) dari Turki. Dalam masakan Mesir ada hidangan semur daging sapi dan bawang bombay yang disebut kebab halla.
Kebab Diolah dengan daging sapi, digiling kasar lantas diolah dengan bumbu-bumbu khusus. Diproses melalui tiga tahapan, yakni pencampuran bumbu, pencetakan, dan pemasakan.
Menjelang disajikan, daging Kebab dengan ketebalan kurang lebih 1 cm dipotong memanjang ukuran 3 x 17 cm, lantas dipanggang pada wajan anti lengket. Biasanya, kebab ini disajikan dengan Tortila, roti khas Meksiko, dicampur dengan sayuran dan aneka sauce pilihan, lantas digulung dan dipanggang kembali.
Kudapan khas ini memang terkenal di sepanjang Turki, Iran dan beberapa negara Arab lainnya. Aslinya, daging kebab dipanggang, disajikan dengan roti pita, paprika, dan saus. Bila berkunjung ke negeri ini pun, kebab banyak dijual di kedai kedai kaki lima dan sangat mudah dijumpai.
Dalam perkembangannya, Kebab memang mengalami penyesuaian dan pencampuran dengan kebiasaan masyarakat setempat. Dewasa ini Kebab telah merambah berbagai belahan dunia, Eropa Barat, Eropa Timur, Amerika, Kanada, Australia, Jepang, China, Malaysia, bahkan Indonesia. Makanan ini sudah tidak asing lagi buat mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!