Lifter Diah Ayu Batal Tampil di Piala Dunia

Rabu, 13 Feb 2019, 01:00 WIB

JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) batal mengirimkan lifter Diah Ayu Permatasari, ke Piala Dunia di Fuzhou, Tiongkok, akibat terkendala masalah administrasi.

PABBSI berencana menurunkan delapan lifter ke Piala Dunia Angkat Besi, IWF World Cup 2019, di Fuzhou, Tiongkok 20 -25 Februari. Yakni, Deni, Triyatno, Nurul Akmal, dan Acchedya Jagadditha, Eko Yuli Irawan, Syarah Anggraini, Surahmat, dan Diah.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Diah merupakan lifter baru di pelatnas angkat besi, namun belum bergabung di Kwini, pusat latihan lifter nasional. Sayangnya, PABBSI terlambat memenuhi whereabouts form (formulir keberadaan) Diah.

"Jadi, kalau mau ikut kompetisi apalagi seperti kejuaraan IWF World Cup ini mesti mengisi formulir keberadaannya paling lambat 22 Desember. Kami mesti lapor tiap tiga bulan tapi dia kan tak pelatnas. Itu yang tidak terisi," kata Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PABBSI, Alamsyah Wijaya di Jakarta, Selasa (12/2).

PABBSI juga merasa rugi dengan batalnya Diah ke Piala Dunia itu. Sebab, kelas 76 kg milik Diah memperebutkan emas di Olimpiade 2020, kendati peluang untuk meraihnya cukup berat.

"Kami ini sebenarnya serba salah. Sampai hari ini saja, saya belum mendapat update nama-nama yang pasti masuk pelatnas. Tahun ini, saya mendaftarkan 26 atlet, tapi kami tak tahu yang disetujui pemerintah berapa. Daripada mengulang tahun lalu saya daftarkan semua termasuk Diah. Tapi karena Diah belum pelatnas jadi tak terdaftar di formulir keberadaannnya," jelas Alamsyah.

PABBSI semakin dibuat tak berdaya karena ternyata di SEA Games 2019 Filipina juga memutuskan memangkas nomor 76 kg putri. "Kemarin dimasukkan juga salah satunya karena kelas 76 kg ada. Tapi saat meeting CdM kedua, Filipina memutuskan untuk memangkas dua nomor 49 kg putra dan 76 kg putri, jadi kami serba salah. Sementara proposal kami sudah masuk ke Kemenpora. Peluang Diah saya serahkan keputusan kepada Kemenpora," kata Alam. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Review Harusnya Horror: Hantu Wibu, Komedi, dan Kreator Konten dalam 106 Menit

Kapasitas Terpasang Panas Bumi Baru 11,6%, Bahlil: Jangan Tahan Konsesi!

Komisi XIII DPR Buka Peluang Bentuk Badan Khusus soal TPPO

Empat Pekerja Tewas Tertabrak Kereta di Jepang, Negara dengan Catatan Keselamatan KA Terbaik di Dunia

Gempa NTT, UMI Makassar Kirim Tim Medis dan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak

Ayam Tukong Kalbar Tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia

Brimob Polda Sumut Sediakan Dapur Lapangan bagi Warga Terdampak Bencana

Celios: Utang Swasta Melambat, Pemerintah Meningkat!

DPR: Pengalihan Status Guru PPPK Terobosan Tata Kelola Pendidikan

Dinas Kehutanan Kalsel Berupaya Keras Cegah Karhutla Meluas ke Hutan Lindung Liang Anggang

Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Hasil Studi: Pramugari dan Pilot Paling Berisiko Terkena Kanker terkait Radiasi

Pasokan Air Terbatas, Ribuan Hektare Sawah di Karawang Tidak Ditanami

Jaga Stabilitas Harga, Perum Bulog Sumut Perkuat Penyaluran Beras SPHP ke Pasar

BPBD Karawang Didistribusikan 828.000 Liter Air Bersih ke 15 Desa

Indonesia Kini Punya IBMA, Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional

Tim Gabungan Berbagai Unsur Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan 10,65 Hektare di Penajam

Pascagempa NTT, PT Pertamina Tunggu Hasil Tes Struktur Kekuatan Dermaga Reo

Adik Kim Jong-un Ragukan Klaim Trump tentang Pembicaraan Rahasia AS-Korea Utara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.