Piala Dunia Angkat Imej Imigran di Prancis

Jumat, 16 Nov 2018, 01:00 WIB

Mantan penggawa tim nasional Prancis, Lilian Thuram, mengungkapkan bahwa kejayaan Negara Ayam Jantan itu dalam kontes Piala Dunia 1998 dan 2018 telah mengendurkan ketegangan rasial serta mengubah sikap warga terhadap para imigran.a

Hal itu, kata Thuram, tidak lepas dari keberagaman latar belakang pemain yang memperkuat skuat Prancis dalam meraih dua trofi Piala Dunia tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/ Christopher SIMON

"Kesuksesan tersebut sungguh bermanfaat, sebab ketika Prancis juara dan orang-orang mengamati timnya, itu membantah segala anggapan terhadap imigran," kata Thuram.

"Lewat sepakbola orang-orang bisa melihat bahwa banyak sekali pemain terbaik di dunia mengawali hidupnya sebagai anak-anak miskin, yang dalam banyak kasus berasal dari keluarga imigran," kata Thuram.

"Maka, ketika Prancis memenangi pertandingan apapun, itu sangatlah penting bagi citra negara dan citra komunitas imigran," ujarnya menambahkan.

Thuram yang pernah berkarier di AS Monaco, Parma, Juventus dan Barcelona memang dikenal kerap mengemukakan pandangan politiknya, di antaranya terkait kaum marjinal di area suburban Paris dalam kericuhan 2005 silam dengan melancarkan kritik keras atas pelabelan yang dilakukan Presiden Prancis kala itu, Nikolas Sarkozy, terhadap para pelaku kericuhan sebagai "bajingan".

Thuram mengatakan perjuangan melawan prasangka buruk terhadap imigran masih belum selesai, termasuk di negaranya sendiri, namun ia percaya kesuksesan Prancis meraih Piala Dunia di Rusia musim panas lalu yang disokong pemain seperti Paul Pogba dan Kylian Mbappe turut berkontribusi terhadap pembicaraan yang lebih cair terkait hubungan antarras di negara tersebut. "Saat timnas menang, diskusi tentang imigran jauh lebih tenang," ujarnya.

"Tentu saja, satu kemenangan tidak akan mengubah segalanya semudah itu ataupun menghilangkan masalahnya sama sekali. Namun, 1998 merupakan momen penting, yang membantu melegitimasi imigran. Dan kini lebih mudah membicarakan isu-isu tersebut dibanding masa-masa sebelumnya," kata Thuram. AFP/S-1

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Review Harusnya Horror: Hantu Wibu, Komedi, dan Kreator Konten dalam 106 Menit

Kapasitas Terpasang Panas Bumi Baru 11,6%, Bahlil: Jangan Tahan Konsesi!

Komisi XIII DPR Buka Peluang Bentuk Badan Khusus soal TPPO

Empat Pekerja Tewas Tertabrak Kereta di Jepang, Negara dengan Catatan Keselamatan KA Terbaik di Dunia

Gempa NTT, UMI Makassar Kirim Tim Medis dan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak

Ayam Tukong Kalbar Tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia

Brimob Polda Sumut Sediakan Dapur Lapangan bagi Warga Terdampak Bencana

Celios: Utang Swasta Melambat, Pemerintah Meningkat!

DPR: Pengalihan Status Guru PPPK Terobosan Tata Kelola Pendidikan

Dinas Kehutanan Kalsel Berupaya Keras Cegah Karhutla Meluas ke Hutan Lindung Liang Anggang

Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Hasil Studi: Pramugari dan Pilot Paling Berisiko Terkena Kanker terkait Radiasi

Pasokan Air Terbatas, Ribuan Hektare Sawah di Karawang Tidak Ditanami

Jaga Stabilitas Harga, Perum Bulog Sumut Perkuat Penyaluran Beras SPHP ke Pasar

BPBD Karawang Didistribusikan 828.000 Liter Air Bersih ke 15 Desa

Indonesia Kini Punya IBMA, Percepat Pendalaman Pasar Bulion Nasional

Tim Gabungan Berbagai Unsur Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan 10,65 Hektare di Penajam

Pascagempa NTT, PT Pertamina Tunggu Hasil Tes Struktur Kekuatan Dermaga Reo

Adik Kim Jong-un Ragukan Klaim Trump tentang Pembicaraan Rahasia AS-Korea Utara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.