Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

1.500 Perawat Diterjunkan PPNI Surabaya untuk Tangani Balita Stunting

📅 Kamis, 23 Mar 2023, 18:02 WIB | Oleh:
1.500 Perawat Diterjunkan PPNI Surabaya untuk Tangani Balita Stunting Doc: ANTARA/HO-DPD PPNI Surabaya
Ket. Perawat Surabaya saat melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap anak-anak balita, ibu hamil, hingga calon pengantin yang dipusatkan di Sentra Ikan Bulak (SIB) Kecamatan Bulak, Surabaya, Kamis (23/3).

SURABAYA - Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kota Surabaya menerjunkan sedikitnya 1.500 perawat untuk menangani dan mencegah indikasi gejala balita stuntingdi Kota Pahlawan.

"Ribuan perawat ini fokus memprioritaskan upaya penanganan dan pencegahan indikasi gejala balitastuntingdi empat kecamatan di Surabaya, yakni Kecamatan Bulak, Kenjeran, Tambaksari, dan Kecamatan Mulyorejo," kata Ketua DPD PPNI Kota Surabaya Nuh Huda di Surabaya, Kamis.

Nuh Huda mengatakan kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka HUT ke-49 PPNI. Selain itu, pengendalian angkastuntingdi Surabaya, pemeriksaan juga menyasar remaja putri dengan memberikan tambah darah (TTD) untuk calon pengantin (catin) dan ibu hamil yang mendapatkanmicronutrients(zat gizi mikro).

"Para perawat juga menggencarkan konsumsi protein pada ibu hamil dan anak-anak balita, seperti mengonsumsi telur, ikan maupun daging," ujarnya.

Salah satu orang tua balita, Andini Prasita mengaku senang karena pemeriksaan dilakukan dengan cara jemput bola. Sebab, selain lebih dekat dengan tempat tinggal, mereka juga tidak perlu antre untuk melakukan pemeriksaan balita di puskesmas maupun pelayanan kesehatan lainnya.

Pemeriksaan dini penting dilakukan untuk mengetahui anak-anak balita mengalami gejalastuntingatau tidak.

"Ya senang pemeriksaan balita bisa dilakukan di sini, karena dekat dengan rumah. Anak saya kan periksa untuk penimbangan, segala macam, lebih mudah. Tadi anak saya diperiksa berat badan, tinggi badan, dan pendataan untuk anak-anak, termasuk diberi makanan seimbang dan informasi seputar gejala stunting pada anak balita," ujarnya.

Dari data Dinas Kesehatan Kota Surabaya, selama tiga tahun terakhir, prevalensi stuntingdi Surabaya mengalami penurunan signifikan, yakni dari tahun 2020 terdapat 12.788 kasus stunting turun menjadi 6.722 pada tahun 2021. Selanjutnya, hingga akhir Desember 2022, kembali turun menjadi 923 kasus. Sementara pada Februari 2023, jumlah kasusstuntingdi Surabaya turun menjadi 872 kasus.

Pemerintah Kota Surabaya terus bekerja keras untuk menurunkan prevalensi kasus bayistunting. Bahkan, pada tahun 2023, Surabaya ditargetkan masuk padazero stuntingdanzero new stunting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

57 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.