Kisah Jenderal Bintang Empat Copot Seorang Pangdam Gara-gara Soal Sepele | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 28 2021
No Comments

Kisah Jenderal Bintang Empat Copot Seorang Pangdam Gara-gara Soal Sepele

Kisah Jenderal Bintang Empat Copot Seorang Pangdam Gara-gara Soal Sepele

Foto : Istimewa.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Jenderal M Jusuf adalah salah satu Panglima ABRI (TNI) legendaris. Ia Panglima TNI yang sangat dekat para prajurit rendahan. Di zaman jadi Menhankam/Pangab, Jenderal Jusuf kerap menyambangi barak-barak militer.

Jusuf, jenderal kelahiran tanah Bugis, selalu memperhatikan kondisi dan kesejahteraan anak buahnya. Tidak heran, jika saat itu nama Jusuf begitu populer di kalangan para prajurit saking dekatnya. Nah, soal kebiasaan sang jenderal yang kerap datang berkunjung dari barak ke barak, ada sebuah cerita menarik yang sepertinya jarang diketahui banyak orang.

Mengutip buku Catatan Rais Abin, Panglima Pasukan Perdamaian PBB di Timor Tengah 1976-1979: Mission Accomplished, Mengawal Keberhasilan Perjanjian Camp David, yang ditulis Dasman Djamaluddin yang terbit tahun 2012, dikisahkan saat Jusuf mengunjungi beberapa daerah.

Rais Abin dalam buku tersebut bercerita, menjelang lebaran, Jusuf yang sedang menjabat sebagai Menhankam/Pangab, bukannya berleha-leha menyambut hari raya, tapi sibuk datang ke daerah yang satu dan daerah yang lain. Seperti biasa, sang jenderal datang untuk melihat dan memeriksa kondisi para prajurit.

Rais Abin ketika itu jadi seorang staf Jusuf. Bahkan bisa dikatakan, Abin adalah jenderal kepercayaan Jusuf. Abin bercerita, menjelang lebaran, malam hari Jusuf atasannya itu menelpon. "Isi! Kita sembahyang led di Padang saja. ya? Kita berangkat pukul 04.30 dari sini."

Abin sempat bertanya, apakan akan menginap atau tidak. Rupanya tidak. Jenderal Jusuf menjawab, tidak akan menginap.

Maka terbanglah Rais Abin mendampingi Jusuf dari Jakarta ke Padang. Usai salat Ied, bukannya pulang ke Jakarta, tapi Jusuf kembali terbang ke Aceh, kemudian ke Medan untuk bertemu dengan Pangkowilhan saat itu, Letnan Jenderal Susilo Soedarman. Ketika hendak pulang, tiba-tiba Jenderal Jusuf berubah pikiran.

Pada Rais Abin, Jusuf mengatakan, dari Medan ia ingin berkunjung ke Kodam Sriwijaya. Maka dari Medan langsung pergi ke Palembang, Sumatera Selatan. Rupanya ketika Jusuf tiba di Kodam Sriwijaya, Pangdam Sriwijaya Brigadir Jenderal Obrin tak ada.

Karena orang nomor satu di Kodam Sriwijaya itu tak ada di tempat, Jusuf bertanya ke perwira di Kodam yang menemuinya. Anak buah Pangdam Sriwijaya menjawab, jika atasannya itu sedang cuti. Hanya tak disebutkan sedang ada di mana. Entah dapat informasi dari mana, Jenderal Jusuf tahu Pangdam Sriwijaya sedang ada di Singapura.

Ketika di markas Kodam Sriwijaya, Rais Abin tidak melihat Jusuf marah karena Pangdam Sriwijaya tak ada di tempat. Namun begitu tiba sore hari di Jakarta, Jusuf langsung memanggil wakilnya, Laksamana Soedomo. Pada Soedomo, Jusuf langsung mengeluarkan perintah.

“Ganti itu orang," kata Jusuf. Maksudnya, Soedomo diperintahkan mencopot Pangdam Sriwijaya Brigadir Jenderal Obrin. Diperintah mendadak seperti itu, Soedomo sempat gelagapan. Pada atasannya, Soedomo spontan menanyakan, jika dicopot, lantas siapa penggantinya. Ditanya seperti itu, Jenderal Jusuf menjawab pendek. "Kau carilah penggantinya."

Rais Abin sendiri sempat coba mengingatkan Jusuf, bahwa Brigadir Jenderal Obrin berhak untuk cuti. Dan tak tepat jika harus dicopot hanya gara-gara tidak ada di markas ketika Jusuf datang berkunjung. Tapi, keputusan Jusuf tak berubah. Pangdam Sriwijaya Brigadir Jenderal Obrin tetap dicopot.

“Salah dia! Mengapa tidak ada waktu aku datang," cetus Jusuf. ags/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment