World Water Forum Bali Dorong Kerja Sama Dunia Wujudkan Keamanan Air bagi Semua
📅 Minggu, 26 Mei 2024, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Media Center World Water Forum 2024/Nyoman
Jakarta - World Water Forum Ke-10 yang baru saja rampung pada Jumat pekan ini menjadi pemantik yang sepatutnya meningkatkan kesadaran dunia atas pentingnya menangani masalah air dan mewujudkan keamanan air bagi semua.
Tema "Water for Shared Prosperity" (Air untuk Kemakmuran Bersama) yang diusung agenda internasional tersebut menegaskan bahwa sumber daya air harus dipastikan tersedia untuk semua orang di mana pun manusia berada.
Keamanan air bagi semua memang harus dijamin karena air salah satu aspek terpenting dalam kehidupan karenamanusia tidak dapat bertahan hidup apabila mereka tidak mendapat air.
Namun, sekitar 2,2 miliar orang saat ini kekurangan akses terhadap air minum yang aman dan setengah populasi dunia tidak memiliki fasilitas sanitasi yang aman.
UNICEF pun memperingatkan bahwa 700 balita meninggal setiap hari akibat tidak memiliki akses air dan sanitasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perubahan iklim yang terjadi kian memperparah kelangkaan air bahkan di daerah dengan air melimpah serta memperburuk kondisi di kawasan yang sudah sulit air. Padahal, satu dari 10 orang di dunia saat ini hidup di daerah yang mengalami masalah kesulitan air.
Sebagai contoh, sebagaimana dijelaskan Presiden Fiji Wiliame Katonivere, salah satu masalah yang negaranya hadapi adalah ketahanan air. Meski pihaknya tengah menjalankan kebijakan melindungi sumber daya air kepada masyarakat, dukungan dari komunitas internasional juga pada akhirnya dibutuhkan.
Meski air merupakan aspek yang cukup penting dalam perkembangan dunia, persoalan ketahanan air kadang terlewat dari perhatian pemimpin dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita bekerja membangun negara masing-masing, kita pun turut bekerja menanggulangi masalah perubahan iklim. Namun, kita sering kali luput menangani persoalan keamanan air," ucap Presiden Fiji kepada ANTARA.
Bahkan, menurut Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-78 Dennis Francis, mewujudkan keamanan air sama dengan menjaga perdamaianserta merupakan awal mewujudkan stabilitas pasokan air jangka panjang.
Saat ini manusia hidup pada masa di mana perdamaian antarnegara dapat dengan sangat mudah terganggu, termasuk dipicu oleh masalah air. Oleh karena itu,pragmatisme ini seharusnya mendorong komunitas internasional mencegah konflik akibat masalah air, termasuk dengan menanggulanginya secara bersama-sama.
Selain itu, sumber daya air yang terjamin juga menjadi salah satu aspek penting dalam upaya global memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tujuan Nomor 6 SDGs terkait air bersih dan sanitasi mendorong terwujudnya semua target SDGs, terkhusus Tujuan Nomor 1 dan 2 mengenai pengentasan kemiskinan dan kelaparan.
Oleh karena itu, deklarasi tingkat menteri World Water Forum Ke-10 mencakup, di antaranya, pendirianCentre of Excellenceuntuk ketahanan air dan iklim serta pengarusutamaan isu pengelolaan air untuk negara-negara berkembang di pulau-pulau kecil,diharapkan dapat mendorong kerja sama antara negara dalam hal tersebut.
Kompendium aksi konkret World Water Forum Ke-10 yang menjadi bagian tak terpisahkan dari deklarasi tersebut turut disahkan. Kompendium tersebut mencakup 113 proyek di sektor air dan sanitasi dengan nilai total 9,4 miliar dolar AS atau Rp149,94 triliun yang akan dilaksanakan di sejumlah negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!